Mengenal Jenis-jenis Sistem Kerja Bisnis MLM Terbaik Untuk Masyarakat Indonesia

Zaman yang terus maju dan berkembang telah memberi ruang yang lebih luas untuk berbagai macam bisnis agar mampu tumbuh dengan pesat. Saat ini, di setiap waktu selalu bermunculan peluang-peluang usaha baru. Masing-masing selalu memiliki kelebihan sendiri-sendiri dalam meraih laba atau keuntungan.

Adapun salah satu bisnis yang sekarang sering menjadi bahan pembicaraan sekaligus menjadi pusat perhatian para pelaku usaha adalah bisnis MLM atau Multi Level Marketing. Di zaman sekarang, bisnis MLM telah berhasil menempatkan diri sebagai primadona usaha, sebab tidak membutuhkan model yang terlalu tinggi untuk merintis dan mengembangkannya.

Bahkan tidak sedikit yang mengatakannya sebagai bisnis modal dengkul sehingga siapa saja dapat menjalankannya selama ada kemauan. Mulai dari kalangan masyarakat kelas atas, kelas menengah hingga kelas bawah, semua punya kesempatan sama untuk berbisnis MLM.

Selain itu, yang tidak kalah penting lagi yaitu, bisnis ini juga tidak memandang latar belakang pendidikan. Dari lulusan SD sampai lulusan perguruan tinggi bahkan yang bergelar profesor sekalipun, juga bisa memilih bisnis MLM sebagai sumber penghasilan tambahan atau sumber penghasilan tetap.

Sekilas tentang Bisnis MLM

MLM yang merupakan singkatan dari Multi Level Marketing merupakan suatu sistem bisnis, dimana pemasaran produknya selalu dijalankan secara bertingkat. Bisnis ini dikerjakan oleh suatu team dan kelompok yang sebelumnya sudah dibentuk. Agar target tertentu pada omzet penjualan produk bisnis MLM bisa tercapai, team atau kelompok tersebut harus melakukan kerja secara bersama-sama.

Selanjutnya, pimpinan dari kelompok pemasaran atau marketing ini berhasil mencapai target yang ditentukan maka dia akan mendapat bonus dari perusahaan MLM tempatnya bernaung. Di luar bonus, dia juga akan memperoleh komisi penjualan atas hasil kerja sendiri. Komisi ini diberikan pada bawahan pimpinan atau member yang berhasil melakukan penjualan produk.

Dalam bisnis MLM, pimpinan team atau kelompok kerja ini dinamakan sebagai upline. Lalu untuk mereka yang berposisi sebagai bawahan atau anggota disebut sebagai downline. Ketika ada bawahan yang berhasil mencari anggota baru, maka dia akan menyandang posisi sebagai pimpinan baru atau upline terhadap bawahannya tersebut.

Konsep bisnis MLM sudah ditemukan sejak beberapa puluh tahun lalu. Dalam perkembangan yang selalu seiring dengan kemajuan zaman, jenis produknya semakin banyak dan bervariasi. Mulai dari kosmetik, obat-obatan herbal, benda gadget, pakaian atau fashion, perabot rumah tangga dan sebagainya semua bisa dipasarkan melalui sistem Multi Level Marketing.

Jenis-jenis Sistem Bisnis MLM

Dalam perkembangannya pula, bisnis MLM saat ini menjelma menjadi beberapa jenis konsep atau sistem kerja. Untuk itu sebelum terjun ke dalam bisnis tersebut, ada baiknya mengetahui jenis-jenis konsep kerja MLM ini, agar bisa memilih sesuai kondisi dan keinginan. Sementara itu, di Indonsia sendiri sistem kerja MLM yang paling tepat untuk masyarakat antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Sistem Matrix

Sistem kerja pertama dalam bisnis MLM dinamakan sistem matrix. Selaras dengan namanya, sistem ini memiliki kemiripan dengan bilangan matrix. Bentuknya berupa segitiga yang dapat membuat seorang downline atau anggota memperoleh bonus penjualan hingga pada tingkatan tertentu.

Masing-masing tingkatan mempunyai besaran bonus yang berbeda-beda. Contohnya adalah sistem matrix 2 x 16. Artinya, seorang pimpinan atau upline hanya bisa memperleh maksimal dua orang downline saja dengan tingkatan hingga mencapai 16 tingkatan atau level. Melalui sistem ini, keuntungan atau komisi penjualan juga diberikan pada anggota lain yang berada di tingkatan atas.

  1. Sistem Break Away

Sistem kedua di bisnis MLM disebut sebagai sistem break awak yang bermakna suatu sistem yang lebih mengutamakan pelebaran jaringan kerja atau network. Melalui sistem ini, jumlah anggota akan dijadikan sebagai tolak ukur dalam menentukan besaran bonus. Makin banyak downline yang berhasil direktut oleh upline, makin besar pula bonus yang diperoleh.

Dalam sistem ini, seorang downline bisa memperoleh bonus lebih besar dibanding upline jika berhasil merektut downline baru dalam jumlah yang lebih banyak. Jadi bonus yang diperoleh ini sebenarnya berasal dari bonus pencarian anggota baru. Makin sering mendapat downline, bonus yang diterima juga akan menjadi lebih besar.

  1. Sistem Random atau Acak

Sistem kerja bisnis MLM berikutnya yang juga sangat populer di Indonesia dinamakan sistem random atau acak. Sistem ini bisanya lebih sering diterapkan pada bisnis online tanpa modal alias gratisan. Pengelola website bisnis MLM akan memilih pengunjung situs tersebut secara acak atau random, kemudian dijadikan sebagai upline atau sponsor.

Apabila pengunjung ini menyetujui menjadi sponsor situs bisnis tersebut, dia akan mendapat bonus. Sehingga bisa dikatakan bahwa sistem ini tidak mempunyai tolak ukur yang jadi dasar seseorang terpilih menjadi upline atau sponsor karena sifatnya yang random. Selain itu di sisi yang lain, apabila orang ini menolak jadi upline, maka dia juga tidak akan mendapat bonus.

  1. Sistem Reseller atau Menjual Kembali

Sistem kerja bisnis lainnya yang tidak kalah populer di Indonesia adalah sistem reseller atau menjual kembali. Dalam sistem ini, bonus diberikan pada pebisnis MLM yang telah memberi referensi pada orang lain untuk membeli produk dari perusahaan MLM. Bonus tersebut pada umumnya dihitung menurut prosentase jumlah nilai penjualan atau jumlah produk yang dapat terjual.

  1. Sistem Binary atau 2 Kaki

Sistem binary atau 2 kaki adalah sebuah sistem kerja bisnis MLM yang juga sangat disenangi oleh masyarakat Indonesia. Pada sistem ini, pebisnis MLM yang berposisi jadi upline hanya bertugas membangun jaringan kerja yang terdiri dari 2 kaki atau 2 tingkatan saja. Setelah itu, dia akan memperoleh bayaran bonus dan penghasilan.

Meski terlihat lebih menarik, tetapi apabila memilih sistem ini harus selalu bersikap hati-hati. Menurut pengalaman yang selama ini seringkali terjadi, banyak oknum yang memakai sistem ini untuk melakukan penipuan dan dijadikan kedok dalam bermain money game.

Oleh karena itu, harus dipastikan lebih dulu legalitas perusahaan MLM tersebut. Sistem 2 kaki atau binary merupakan sistem yang terlihat paling mudah dijalankan, tapi sangat riskan ketika dilihat dari segi legalitas perusahaan.

Selain yang sudah disebutkan di atas, sebenarnya masih banyak jenis-jenis sistem kerja bisnis MLM. Namun sebagian besar diantaranya merupakan hasil pengembangan dari kelima sistem tersebut. Banyak perusahaan MLM yang menerapkan sistem berbeda-beda, tapi secara garis besar, kelima sistem inilah yang paling sering diterapkan di Indonesia.

Demikianlah penjelasan lengkap tentang hal-hal yang berhubungan dengan jenis-jenis sistem kerja bisnis MLM yang terbaik serta paling populer di Indonesia. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahan sendiri-sendiri. Kecerdikan dari setiap pelaku bisnis MLM menjadi salah satu kunci keberhasilan.

Namun selain itu, keberhasilan dalam berbisnis MLM juga ditentukan oleh niat dari pebisnis itu sendiri, apakah sudah siap melakukan tugas dengan penuh kedisiplinan atau tidak. Banyak yang memandang bahwa tugas dari pebisnis MLM itu hanya sekedar menjual produk saja dan mencari downline.

Memang terlihat sederhana, tapi banyak sekali aspek-aspek yang harus menjadi perhatian saat menjalankan kedua jenis pekerjaan tersebut. Sifat pantang menyerah, tidak mudah putus asa dan selalu giat dalam bekerja merupakan syarat utama yang harus dipenuhi sebelum berbisnis MLM. Sama bidang lainnya, bisnis MLM juga punya banyak tantangan sehingga dibutuhkan mental baja untuk mengembangkannya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *