Kopi Keliling: Peluang Usaha dengan Laba Berlipat Ganda

Dulu, kopi identik dengan minuman untuk orang tua. Namun seiring perjalanan waktu, anggapan seperti itu telah bergeser jauh. Buktinya kopi telah menjadi minuman favorit banyak orang, tanpa mengenal usia tua-muda.

Begitu pula dengan tujuan orang menikmati secangkir atau segelas kopi. Jika dulu ngopi untuk menghilangkan kantuk, sekarang justru menjadi bagian dari gaya hidup. Mau ngantuk atau tidak, dimana ada kesempatan untuk ngopi, maka orang akan melakukannya.

Asyiknya lagi, kini cara penyajian kopi semakin bervariasi. Jadi, bisa disesuaikan dengan selera penikmatnya. Kawulan muda biasanya menyukai kopi dingin dengan citarasa manis dan creamy. Sedangkan mereka yang berusia matang umumnya lebih memilih kopi panas dengan citarasa yang lebih strong.

Mengingat begitu banyaknya peminat kopi, sayang rasanya jika keadaan seperti ini tidak dimanfaatkan untuk menghasilkan uang. Kesempatan ini tentu dapat diisi dengan mendirikan kedai kopi. Lihat saja, sebagian besar kedai kopi yang ada selalu ramai pengunjung. Terutama pada pagi dan sore hari. Bahkan, bila ada moment-moment tertentu, semisal pertandingan bola dunia, kedai kopi akan ramai sampai malam. Sebab, sudah pasti banyak orang yang membutuhkan kopi biar bisa begadang.

Akan tetapi, mendirikan kedai kopi pastilah membutuhkan modal yang cukup besar. Setidaknya modal untuk mendirikan ataupun menyewa bangunan. Untuk dapat menampung pembeli lebih banyak, luas bangunan pun harus dipertimbangkan. Sementara, semakin luas bangunan yang dibutuhkan, semakin besar pula dana untuk mendirikan atau harga sewanya.

Kopi Keliling Solusi Tepat Untuk Pemilik Modal Terbatas

Dilatarbelakangi keterbatasan modal untuk membangun atau menyewa kedai yang berukuran luas, maka timbulah suatu ide yang memungkinkan pemilik modal kecil untuk tetap menjalankan bisnis satu ini, yakin kopi keliling.

Kopi keliling atau dikenal dengan sebutan Koling merupakan cara baru menjajakan kopi kepada pelanggan. Bila biasanya pelanggan yang datang ke kedai, koling justru mendatangi pelanggan-pelanggannya. Itu artinya, bisnis ini bersifat mobile. Dengan kata lain, mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Konsep berdagang kopi secara keliling seperti ini sebetulnya telah lama ada. Dahulu, orang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi untuk menjajakan kopi dari satu tempat ke tempat lain. Seiring perkembangan zaman, alat transportasinya pun berganti jadi lebih canggih. Mulai dari sepeda motor hingga mobil. Kendaraan yang digunakan “disulap” terlebih dahulu agar menyerupai kios berjalan. Di kios itulah nantinya seluruh bahan-bahan, alat percik kopi, beserta perlengkapan lainnya diletakkan.

Keuntungan dan Kerugian Kopi Keliling

Sebelum menggeluti bisnis kopi keliling, hal yang paling ingin Anda ketahui tentu seputar keuntungan dan kerugian. Lumrah memang, sebab tak ada seoranpun yang sudi menjalankan suatu usaha tanpa dibarengi dengan harapan mendapatkan keuntungan yang memadai.

Untuk bisnis kopi keliling sendiri, hal-hal menguntungkan yang bisa Anda rasakan, antara lain:

  1. Nilai Laba Bersih Tergolong Besar

Meski konsep bisnis ini tampak sangat sederhana dan terkesan tak bonafit, namun laba bersih yang diperoleh setiap bulannya dijamin bikin Anda takjub. Betapa tidak, rata-rata pelaku bisnis kopi keliling mampu mengantongi keuntungan yang nilainya lebih besar dari UMP. Apalagi untuk mereka yang menjalankan bisnis ini di kawasan perkotaan.

  1. Lebih Dinamis

Sistem yang digunakan dalam bisnis kopi keliling adalah jemput bola. Artinya, Andalah yang langsung mendatangi calon pembeli. Bukan statis menunggu kedatangan pembeli sebagaimana yang dilakukan pedagang kopi di warung-warung.

Dengan menerapkan sistem dinamis seperti ini, Anda bisa mengedarkan dagangan ke mana-mana, terutama ke tempat-tempat yang padat penduduk atau keramaian. Sehingga peluang mendapatkan konsumen jadi lebih besar ketimbang hanya menunggu pembeli datang. Semakin banyak konsumen, otomatis keuntungannya juga semakin besar.

  1. Cepat Dikenal Konsumen

Karena Anda berjualan kopi keliling, dagangan Anda pun lebih cepat dikenal masyarakat luas. Perkara apakah mereka akan berlangganan seterusnya semua tergantung racikan kopi yang Anda suguhkan. Jika nikmat, pastilah konsumen puas dan berlangganan kopi dengan Anda.

Berbeda dari kedai kopi biasa. Terkadang walau Anda ahli dalam meracik kopi, namun keahlian tersebut seakan tiada artinya karena tempat dagang Anda sulit dijangkau. Sehingga, seberapa nikmat pun kopi racikan Anda, konsumen mikir dua kali untuk datang.

  1. Tidak Menjemukan

Berdagang kopi keliling sebetulnya lebih santai dan tidak menjemukan ketimbang dagang kopi di kedai. Hal itu karena Anda menjajakan kopi sambil jalan-jalan. Sehingga banyak hal baru yang bisa Anda temukan selama berjualan. Sedangkan menjual kopi di kedai menuntut Anda untuk standby di tempat sepanjang jam operasional. Dan, itu jelas menjemukan. Kecuali Anda punya asisten yang dapat dikerahkan ketika Anda tidak berada di tempat.

Ditinjau dari sisi kerugian:

  1. Risiko Kehujanan dan Kepanasan

Risiko ini tidak berlaku jika Anda berjualan kopi keliling menggunakan mobil. Tidak demikian halnya jika Anda menggunakan sepeda kayuh atau sepeda motor. Perubahan cuaca yang terjadi sewaktu-waktu akan menjadi tantangan tersendiri buat Anda. Kalau tidak kehujanan di jalan, ya pasti kepanasan.

  1. Bergantung dengan Kondisi Kendaraan

Bisnis kopi keliling sangat bergantung dengan performa mesin kendaraan Anda. Apabila kendaraan Anda rusak, otomatis Anda tidak bisa berdagang. Sementara itu, untuk menggunakan kendaraan pengganti, tidak bisa dilakukan saat itu juga. Sebab kendaraan yang baru harus dimodifikasi terlebih dahulu agar bisa dipakai untuk mengangkut perlengkapan dagang Anda.

  1. Kecelakaan di Jalan Raya

Pedagang kopi keliling juga harus siap berhadapan dengan risiko kecelakaan di jalan raya. Apalagi di kawasan kota yang kondisi lalu lintasnya semrawut.

Teknik Meracik Kopi

Banyak cara meracik biji kopi agar menjadi segelas kopi yang nikmat diminum. Teknik tersebut hendaknya dikuasai oleh pedagang kopi, tak terkecuali pedagang kopi keliling. Di samping penguasaan teknik, harus pula didukung dengan alat-alat peracik kopi. Di antaranya seperti:

Grinder

Sebelum diseduh, biji kopi harus digiling dulu agar menjadi bubuk kopi. Alat penggilingnya dinamakan grinder. Grinder banyak macamnya. Namun untuk Anda yang ingin berjualan kopi keliling cukup gunakan hand grinder atau penggiling manual yang tak membutuhkan listrik dan bobotnya tidak terlalu berat.

Alat Penyeduh

Setelah biji kopi digiling, bubuk kopi bisa langsung diseduh. Supaya bebas ampas, bubuk kopi diseduh menggunakan alat penyeduh yang dilengkapi dengan dengan saringan halus. Teknik ini disebut dengan drip method. Tetes demi tetes kopi yang terpisah dari ampasnya akan menjadi secangkir kopi yang bercitarasa kuat. Sama halnya dengan grinder, alat penyeduh juga tersedia dalam beberapa jenis seperti Vietnam drip dan French press.

Itulah ulasan mengenai peluang usaha yang menggiurkan bisnis kopi keliling. Kendati bisnis ini terbilang praktis, namun tak ada salahnya Anda mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan memperbanyak referensi bacaan seputar kopi dan jurus-jurus berbisnis. Bagus juga jika Anda belajar dari pengalaman pedagang kopi keliling di kota Anda. Selamat mencoba dan semoga sukses.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *