Dasar Utama Mendirikan Perusahaan MLM agar Bisa Kuat dan Tahan Lama

Bisa dikatakan, membangun usaha atau bisnis MLM itu gampang-gampang susah. Terutama bagi mereka yang baru pertamakali menekuni bisnis ini serta belum mempunyai pengalaman yang panjang dalam hal pengelolaan dan pemasaran produknya. Terlebih lagi untuk pebisnis yang tidak sekedar ingin bergabung saja, namun mendirikan perusahaan MLM sendiri.

Saat ini bisnis MLM atau Multi Level Marketing merupakan suatu peluang usaha yang sering dipilih oleh banyak orang karena dianggap mampu mendatangkan keuntungan besar. Apalagi sekarang bisnis MLM juga dapat dijalankan melalui dua sistem sekaligus, offline dan online. Sehingga tidak mengherankan bisnis MLM selalu tumbuh seperti jamur di musim hujan.

Penjelasan Sederhana Tentang MLM

MLM merupakan suatu bisnis dimana pelakunya memiliki tugas utama memasarkan produk secara berantai. Keuntungan atau labanya berasal dari komisi penjualan. Salah satu kelebihan dari bisnis ini adalah, pelaku mendapat kesempatan membentuk jaringan pemasaran sehingga saat ada anggota dalam jaringannya yang berhasil menjual produk, dia akan mendapat komisi lagi atau bonus.

Secara umum, bisnis MLM itu menerapkan sebuah sistem yang dinamakan sistem piramida, dimana anggota jaringan kerjanya terdiri dari upline dan downline. Upline merupakan leader atau pemimpin yang pertamakali memulai bisnis tersebut. Sedangkan downline adalah orang yang berhasil diajak menjadi anggota jaringan kerja.

Selain menjual produk, upline juga mempunyai tugas mencari anggota atau downline dengan jumlah sebanyak mungkin. Jika jumlah downline-nya banyak, maka makin tinggi pula upline mendapat komisi dan bonus. Khususnya saat downline berhasil menjual produk dan merektut anggota baru lagi.

Kunci keberhasilan dari bisnis MLM berada di proses perintisan dan pembangunannya. Jika pembangunan bisnis MLM tersebut bisa kokoh, tentu usaha ini juga dapat kuat dan bertahan lebih lama. Lalu pertanyaannya, bagaimana cara mendirikan binis MLM agar kuat dan tahan lama? Berikut ini adalah dasar-dasar utamanya.

  1. Masuk ke APLI

Metode paling mendasar untuk mendirikan perusahaan atau bisnis MLM adalah memasukan usaha yang akan dirintis tersebut ke dalam lembaga APLI. Lembaga yang memiliki singkatan Asosiasi Penjual Langsung Indonesia ini adalah suatu perkumpulan atau asosiasi yang secara khusus menjadi tempat berkumpul para pengelola dan pemilik perusahaan MLM di tanah air.

Agar tercatat sebagai anggota APLI, terdapat beberapa persyaratan yang harus bisa dipenuhi oleh pengelola dan pemilik perusahaan MLM. Secara langsung APLI merupakan badan atau lembaga yang diakui pemerintah Indonesia untuk mengatur kinerja setiap perusahaan MLM menjalankan usaha dan operasinya di tanah air.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang tercatat menjadi anggota APLI dianggap sebagai perusahaan MLM yang telah memenuhi syarat untuk beroperasi di Indonesia. Selama ini, apabila tidak tercatat menjadi anggota APLI sering memunculkan kecurigaan melakukan penipuan terutama aksi-aksi yang berhubungan dengan money game.

  1. Memiliki Badan Hukum

Jika suatu perusahaan MLM sudah resmi menjadi anggota APLI maka dapat dikatakan bahwa perusahan tersebut merupakan perusahaan MLM yang legal. Setelah itu, agar perusahan MLM tersebut semakin bisa kokoh sekaligus tahan lama, langkah berikutnya yang harus secepatnya dilakukan adalah membentuknya menjadi badan hukum.

Suatu perusahaan dengan lingkup bisnis yang luas dan pengelolanya ingin menjadikan usaha miliknya tersebut sebagai perusahaan besar, pasti harus memiliki badan hukum secara lebih jelas. Untuk perusahaan MLM, salah satu legalitas yang harus diurus adalah SIUPL.

SIUPL merupakan singkatan dari Surat Izin Usaha Penjualan Langsung yang diterbitkan oleh BKPM atau Badan Koordinasi Penanaman Modal. Jika ada perusahaan yang hanya memiliki SIUP atau Surat Izin Perdagangan saja, bisa dipastikan bukan merupakan perusahaan MLM. Namun apabila tetap melakukan praktek MLM, kemungkinan besar berbentuk penipuan.

Untuk itu, agar terhindar dari urusan hukum karena dianggap melakukan penipuan, maka para pemilik dan pengelola perusahaan perlu mengurus SIUPL tersebut ke dinas terkait dalam hal ini adalah BKM. Dengan adanya SIUPL, maka bisnis MLM bisa lebih mudah dikembangkan karena telah mendapat kepercayaan dari anggota atau member, masyarakat dan konsumen.

  1. Produk yang Bervariasi dan Jaminan Kualitas atau Mutu

Sebuah perusahaan MLM harus mampu menyediakan dan menawarkan produk yang terdiri dari berbagai jenis variasi. Karena dengan adanya produk yang bervariasi tentu para anggota bisa mempunyai peluang dan kesempatan lebih besar menjadi upline dan menjaring downline baru.

Sebagaimana diketahui setiap konsumen atau calon pembeli itu pasti selalu ingin menemukan barang atau produk yang bervariasi. Karena hal ini berkaitan dengan jumlah kebutuhan, dana atau anggaran yang dimiliki untuk berbelanja dan selera atau keinginan. Sehingga, jika tidak dapat membeli produk yang satu, dapat belanja atau memilih produk yang lain. Itulah maksud dan tujuan menciptakan variasi produk.

Selain bervariasi, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah jaminan mutu atau kualitas dari produk tersebut. Mutu dan kualitas produk ini berhubungan erat dengan tingkat kepuasan dan kepercayaan konsumen. Jika merasa puas dengan kualitas produknya, konsumen bisa menjadi pelanggan tetap bahkan membantu mempromosikannya ke calon konsumen lain.

Kesimpulannya, sebuah perusahaan MLM akan berhasil berdiri lama dengan kuat dan kokoh jika ditopang dengan produk yang jumlah variasinya banyak dan bermutu tinggi. Jika mampu memenuhi kedua syarat tersebut, pasti akan laris dan para anggotanya dapat menawarkan dan menjual ke konsumen dengan mudah.

  1. Penentuan Harga Produk

Selain legalitas bisnis dan variasi produk beserta jaminan kualitas atau mutu, masih terdapat satu unsur penting lagi yang bisa membuat suatu perusahaan MLM bisa berdiri dengan kokoh dan tahan lama. Satu unsur penting yang dimaksud adalah harga. Bagaimanapun juga rendah atau tingginya harga produk dari suatu perusahaan MLM akan berpengaruh besar pada omzet penjualan produk itu sendiri.

Sehubungan dengan urusan ini, perusahaan MLM tidak diharuskan menawarkan dan menjual produk ke konsumen dengan harga serendah mungkin. Satu hal yang lebih penting dibanding harga adalah, tingkat kesepadanannya dengan mutu barang atau produk yang ditawarkan pada konsumen melalui para anggotanya.

Jika produknya memang benar-benar berkualitas bagus pastinya konsumen tidak akan merasa keberatan untuk membelinya dengan harga lebih tinggi. Jadi urusan tentang harga ini, sedikit banyak punya kaitan erat dengan mutu seperti yang telah disebutkan di atas. Makin sepadan antara harga dan mutu produk, makin mudah pula diterima oleh masyarakat dan konsumen.

  1. Sistem Kerja yang Baik

Dasar utama selanjutnya yang juga menjadi unsur terpenting pengelolaan perusahaam MLM agar dapat kuat dan tahan lama adalah sistem kerja. Bagaikan tubuh, bagian yang ada di luar dan dalam tubuh harus mampu menjalankan fungsinya secara seirama.

Perusahaan MLM, dari tingkat paling atas hingga tingkat upline dan downline harus memiliki sistem kerja yang baik dan seirama. Sehubungan dengan hal ini, pucuk pimpinan perusahaan harus bisa menciptakan suatu sistem kerja sebaik mungkin, sehingga tercipta suasana nyaman untuk para anggota perusahaan baik di tingkat upline maupun downline.

Jaga kondisi, agar tidak ada satupun anggota perusahaan MLM yang saat menjalankan tugas-tugas mereka melenceng dari aturan yang ditetapkan. Jika semuanya bisa berjalan baik, dapat dipastikan perusahaan MLM tersebut akan jadi perusahaan yang kuat, kokoh dan tahan lama tanpa mengalami kemunduran. Semua anggota akan merasa senang bergabung di perusahaan MLM tersebut.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *