Cara Cerdas Merektut Anggota Baru MLM Tanpa Unsur Pemaksaan

Salah satu permasalahan terbesar yang sering memunculkan rasa pusing para pebisnis MLM adalah ketika melakukan tugas mencari anggota atau downline baru. Pekerjaan yang biasanya disebut sebagai prospek ini memang bukan merupakan tugas mudah bahkan jadi momok bagi setiap orang yang melaksanakannya.

Prospek atau mencari downline baru di bisnis MLM tidak hanya membutuhkan keuletan dan kerja keras saja, namun ditambah dengan mental baja. Ketika mendapat penolakan, pebisnis MLM tidak boleh menyerah atau ngambek apalagi merajuk. Karena berdasarkan pengalaman selama ini, dari 10 prospek yang dilakukan kemudian berhasil mendapat 1 downline saja, hal ini tetap bisa dianggap sebagai sebuah prestasi luar biasa.

Bisnis MLM merupakan suatu pekerjaan yang tidak bisa dipandang sebelah mata begitu saja. Meskipun demikian bisnis yang menerapkan sistem penjualan langsung atau direct selling ini mampu memberi penghasilan besar bagi setiap pelakunya. Secara prinsip, siapa yang bekerja dengan giat dan tekun, dia akan memperoleh hasil yang paling maksimal.

Kerja Keras dan Kerja Secara Cerdas

Seperti yang sudah dijelaskan di atas dan banyak dikemukakan orang, merektut anggota baru di bisnis MLM itu selalu membutuhkan kerja keras. Sangat betul pernyataan ini. Tetapi selain itu, tentunya harus ditambah dengan kerja secara cerdas.

Maksud dari kerja secara cerdas adalah mengawali pekerjaan mencari downline baru dengan cara melakukan pendataan lebih dulu. Untuk langkah awal, buat data-data atau daftar tentang siapa saja yang pantas untuk diprospek.

Target pertamanya antara lain adalah keluarga, teman terdekat, tetangga dan sebagainya. Lalu diteruskan dengan beberapa orang lain yang berasal dari rekomendasi seseorang atau pebisnis MLM lainnya.

Kemudian sebelum menjalankan tugas prospek, kenali mereka lebih dulu dan apa saja yang menjadi kebutuhannya. Tujuannya agar bisa memahami betul apa yang akan ditawarkan pada orang-orang yang akan diprospek tersebut. Dari sinilah akan dapat diketahui apakah orang ini lebih pantas ditawari produk MLM, komisi penjualan, bonus atau karir bisnis MLM.

Menonjolkan Sifat Ramah dan Sabar

Agar berhasil mengajak seseorang untuk ikut masuk dalam jaringan bisnisnya, pelaku bisnis MLM tidak boleh bertindak tergesa-gesa dan asal mengajak begitu saja. Semua proses dalam melakukan prospek harus dilakukan secara perlahan-lahan.

Hal terpenting yang harus selalu disiapkan dari diri sendiri adalah sifat ramah. Pebisnis MLM yang selalu bersikap ramah dan sering memberi senyuman akan selalu disenangi oleh banyak orang, terutama calon rekan kerja atau calon downline. Selain itu, jangan pula untuk berusaha berpenampilan sopan. Satu hal lagi yang tidak kalah penting, hargai diri sendiri sebab apabila ingin menghargai orang lain, harus selalu diawali dengan penghargaan pada diri sendiri.

Sifat lainnya yang perlu ditonjolkan saat berhadapan dengan calon anggota baru adalah selalu bersikap sabar. Jangan pernah sekalipun mengeluarkan kata, kalimat atau tindakan bernuansa memaksa kepada orang lain untuk bergabung di bisnis MLM. Apalagi ketika ada penolakan saat melakukan prospek. Karena bagaimanapun juga mereka memang mempunyai hak untuk menolak.

Sifat sabar juga selalu diperlukan ketika berjumpa dengan calon anggota yang memiliki sifat rewel. Biasanya calon mitra bisnis semacam ini lebih sering membantah dan menolak semua penjelasan yang diberikan kepadanya. Selain itu dia juga sangat suka membandingkan antara bisnis MLM yang satu dengan bisnis MLM lainnya.

Saat berhadapan dengan orang seperti ini, usahakan tidak terpancing menjelek-jelekan bisnis MLM yang dimaksud. Cukup dengar apa saja yang dikatakan, kemudian ceritakan semua hal yang ada hubungannya dengan kelebihan-kelebihan bisnis MLM yang ditawarkan kepadanya. Mulai dari kualitas produk, sistem kerja, komisi, bonus dan seterusnya.

Tidak Menjadi Dominan

Seorang pebisnis MLM boleh saja berperan sebagai ‘tokoh sentral’ ketika menjalankan tugas prospek atau presentasi di hadapan satu orang maupun beberapa orang sekaligus. Akan tetapi, perlu diingat harus selalu diusahakan agar tidak menjadi sosok yang paling dominan di acara tersebut.

Jangan sampai lupa pula, kepuasan semua prospek tersebut merupakan hal utama yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, saat melakukan prospek atau presentasi suasana harus dijaga agar tetap terasa nyaman. Terlebih lagi, ada sebagian orang yang memiliki sifat tidak terlalu suka jika hanya diminta mendengar saja.

Diusahakan, agar dapat tercipta kesan tidak terlalu serius dalam acara prospek dan presentasi tersebut. Misalnya selain bicara tentang produk atau sistem kerja MLM, juga diselipi dengan pengalaman dan kisah pribadi setelah menggunakan produk MLM. Akan menjadi lebih bagus lagi bila ditambah dengan foto-foto sendiri saat memakai produk tersebut. Hal ini pasti akan membuat calon anggota MLM jadi makin tertarik.

Informasi yang Ringkas, namun Sangat Jelas

Untuk memunculkan daya pikat lebih tinggi agar orang yang diprospek bersedia bergabung di bisnis MLM, lakukan acara presentasi secara ringkas tetapi sangat jelas dan mudah dipahami oleh peserta. Pembicaraan tidak boleh terlalu bertele-tele sebab hal ini sering membuat orang yang diprospek akan merasa jenuh dan bosan. Bahkan tidak jarang justru ada point terpenting yang terlewatkan tanpa disadari.

Sehubungan dengan kegiatan presentasi atau prospek yang dilakukan tersebut, ada beberapa point penting yang perlu disampaikan kepada semua peserta dan calon prospek. Diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Profil Perusahaan MLM

Menceritakan profil perusahaan merupakan hal yang sangat penting. Sangat mungkin terjadi ada sebagian peserta presentasi yang tidak kenal secara detail tentang perusahaan MLM yang ditawarkan kepada mereka. Karena itu kegiatan prospek atau presentasi harus diawali dengan pengenalan profil perusahaan. Misalnya tentang alamat, perijinan hingga sejarah berdirinya perusahaan tersebut. Tujuannya adalah agar calon anggota jadi semakin yakin dan percaya.

  1. Pengenalan Produk

Pengenalan produk juga perlu dilakukan, apalagi jika produk MLM-nya terdiri dari beragam jenis. Penjelasannya tidak perlu terlalu detail dan cukup garis besarnya saja. Alasannya yaitu, karena tidak setiap orang punya selera atau kebutuhan yang sama. Presentasi tentang produk cukup menerangkan kelebihan, bahan pembuatan, teknik penggunaan dan harga saja.

  1. Sistem Kerja dan Aturan

Setiap perusahaan MLM biasanya mempunyai sistem kerja dan aturan yang tidak sama. Ada perusahaan MLM yang menerapkan biaya pendaftaran bagi anggota baru, tapi ada pula yang tidak memungut biaya pendaftaran. Demikian pula tentang komisi penjualan dan bonus yang diberikan, masing-masing perusahaan MLM memiliki sistem yang berbeda-beda. Hal ini pula yang perlu dijelaskan pada calon anggota.

  1. Persahabatan yang Menyenangkan

Persahabatan yang menyenangkan, itulah salah satu ciri utama dari bisnis MLM. Karena itu, saat melakukan prospek dan presentasi tonjolkan sifat tersebut. Setiap individu yang memiliki kepribadian menyenangkan dan suka dengan persahabatan pasti akan disenangi oleh banyak orang. Segala perkataan dan tindakannya selalu diikuti dan dijadikan contoh.

Dalam acara persentasi dan prospek, memang ada kemungkinan tidak semua pesertanya jadi tertarik untuk bergabung di bisnis MLM. Tapi paling tidak, peluang untuk mendapat anggota baru akan menjadi lebih besar. Minimal, peserta presentasi dan orang yang diprospek menjadi tertarik untuk membeli produknya.

Tips terakhir, pebisnis MLM harus bisa meluaskan jaringan seluas mungkin. Apabila mudah menjalin persahabatan, perluasan jaringan ini juga akan menjadi lebih mudah dijalankan. Jadi intinya, makin banyak sahabat maka makin tinggi pula peluang mendapat anggota baru untuk dijadikan mitra kerja dalam bisnis ini.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *