Arti Pentingnya Pencitraan atau Self Branding dalam Pengembangan Bisnis MLM

Dalam bahasa Indonesia, self branding sering disebut sebagai pencitraan. Menciptakan citra yang baik itu bagi seseorang itu merupakan hal yang sangat wajar. Bahkan hampir semuanya selalu melakukan hal tersebut. Tapi tidak semua menyadari bila self branding atau pencitraan ternyata mempunyai manfaat bagus untuk melebarkan dan memperluas sistem jaringan kerja, khususnya di bisnis MLM atau Multi Level Marketing.

Dua tugas utama dari seorang pelaku bisnis MLM adalah memasarkan produk serta mencari member atau downline baru. Ketika menjalankan tugasnya ini, pebisnis MLM tersebut selalu dituntut berperilaku dan berpenampilan yang baik menarik dan mampu memberi kepercayaan tinggi pada orang lain.

Semua persyaratan di atas bisa dipenuhi melalui yang namanya pencitraan atau self branding. Sehingga kesimpulannya, pencitraan atau self branding itu merupakan metode pembentukan karakter dan jati diri seseorang, agar dapat membuat orang lain jadi tertarik dan menimbulkan kesan positif atas perkataan, perilaku dan tindakannya.

Menjual Diri Lebih Dulu, lalu Menjual Produk

Ketika muncul ikan atau promosi sabun dan kosmetik maupun produk kecantikan lainnya di berbagai media, pasti yang ditampilkan adalah sosok perempuan berwajah cantik. Sedangkan iklan produk-produk yang segmentasi pemasarannya adalah pria, dapat dipastikan jika sosok yang ditampilkan berwajah tampan, ganteng dan berpenampilan maskulin.

Penampakan semacam inilah yang selalu disebut sebagai pencitraan atau self branding. Oleh karena itu, agar bisa menarik perhatian orang lain, hal pertama kali yang harus dilakukan para pebisnis MLM adalah menciptakan citra yang paling sesuai dengan sifat atau karakter produk yang akan ditawarkan ke masyarakat dan konsumen.

Teknik pemasaran yang seringkali dilakukan di masa lalu, kemungkinan memang masih bisa diterapkan pada masa sekarang. Akan tetapi hampir dapat dipastikan, hasil yang didapat akan menjadi kurang optimal.

Sebagai contohnya, setiap pelaku bisnis MLM akan memiliki tugas menjalankan prospek ke orang. Ketika bisnis MLM yang ditekuni hanya merupakan kegiatan sampingan saja mungkin tugas ini tidak akan dirasa terlalu berat. Tetapi apabila bisnis MLM tersebut dijadikan sebagai kegiatan pekerjaan utama, tentu saja yang harus didatangi untuk diprospek tidak hanya terdiri dari satu saja melainkan ada beberapa orang sekaligus dalam sehari.

Kemudian bila melakukan prospek tersebut dilakukan dengan cara dari satu rumah ke rumah lain, tentunya selain memakan waktu juga sangat melelahkan. Belum lagi jika berpikir bahwa model prospek konvensional semacam ini lebih sering mendapatkan penolakan, karena orang yang dikunjungi akan merasa tidak nyaman ketika diajak untuk bergabung di bisnis MLM.

Terkait dengan kasus di atas, tujuan dari pencitraan dan self branding adalah menghilangkan atau menghapus pandangan negatif masyarakat terhadap bisnis MLM. Kemudian ketika telah berhasil menciptakan image atau pandangan baru yang lebih bagus atas bisnis MLM, barulah mereka bisa diprospek atau diajak dan ditawari untuk bekerja secara bersama-sama.

Melalui teknik pencitraan atau self branding, yang terjadi adalah bukan pebisnis MLM yang mencari konsumen, melainkan orang lainlah yang akan mencari pelaku bisnis tersebut. Jadi si pelaku bisnis tidak perlu repot menjual atau menawarkan produk, tetapi cukup ‘menjual diri’ saja.

Sehingga, langkah terbaik yang perlu dilakukan oleh setiap pebisnis MLM antara lain adalah, secara rajin menggunakan atau mengkonsumsi produknya. Setelah itu tampilkan secara nyata segala kelebihan dan manfaat dari produk tesebut kepada orang lain. Setelah itu, mereka akan yakin jika produk yang ditawarkan ke mereka bernilai positif.

Misalnya ada seorang pebisnis MLM dengan produk utama berupa ramuan herbal tradisional untuk kesehatan. Maka, pelaku usaha ini harus lebih dulu membangun citra postifnya dengan cara mencoba produk herbal kesehatan tersebut.

Ciri-ciri orang yang sehat antara lain adalah selalu berpenampilan segar dan punya semangat tinggi saat bekerja. Pencitraan semacam inilah yang sejatinya menjadi wakil dari produk yang akan ditawarkan ke konsumen. Kemudian apabila produknya berupa kosmetik atau peralatan kecantikan, tentu pebisnis MLM-nya juga harus berpenampilan cantik dan jauh dari lusuh.

Teknik Membangun Pencitraan

Sebenarnya, teknik pencitraan atau self branding itu sudah sering dilakukan oleh para pelaku bisnis. Akan tetapi sebagian besar diantara mereka lebih suka menggunakan model lain untuk mengiklankan produk-produknya. Metode ini biasanya dinamakan endorse, dimana seseorang akan memberi pernyataan positif terkait dengan suatu produk.

Teknik ini memang dapat meningkatkan omzet penjualan. Namun sayangnya, butuh anggaran besar untuk menjalankan sistem endorse. Apalagi jika sosok yang dipilih untuk jadi endorse berasal dari kalangan artis atau publik figure terkenal lainnya. Padahal di sisi lainnya, seorang pebisnis MLM dapat melakukannya sendiri melalui beberapa teknik.

Sebagai langkah pertama saat melakukan self branding, gunakan dan manfaatkan situs media sosial di internet. Setiap pebisnis MLM harus mampu membuat pengunjung tertarik membaca status yang ditulis di dinding media sosialnya. Misalnya dengan cara membagi konten-konten yang punya manfaat tinggi, seperti tips-tips unik dan menarik tentang kehidupan sehari-hari. Atau bisa juga dengan mengupload foto-foto diri pribadi berpenampilan cantik atau tampan.

Untuk pebisnis MLM yang produknya berupa kosmetik misalnya, dapat membagikan tutorial yang berhubungan dengan teknik make up. Tentu saja produk kosmetik yang dipakai adalah produk MLM yang akan ditawarkan kepada konsumen.

Metode seperti ini sangat baik dan tepat diterapkan jika pangsa utama pemasarannya berasal dari generasi muda atau generasi mileneal. Mereka merupakan golongan yang paling sering menggunakan media sosial dan selalu mencari informasi-informasi terbaru melalui internet.

Ketika citra positif sudah berhasil tercipta dengan baik, pastinya akan banyak pemakai media sosial yang menjadi follower atau pengikut. Rasa ketertarikan yang tinggi inilah, secara tidak sadar maupun sada akan terus menerus terbentuk, sehingga mereka jadi merasa penasaran.

Selanjutnya para follower ini akan selalu meng-update semua hal yang diunggaal oleh pelaku bisnis MLM di media sosial. Apabila sudah terbentuk kondisi ini, maka tidak akan sulit lagi mengajak mereka menggunakan produk-produk yang ditawarkan. Bahkan tak jarang mereka juga tertarik bergabung di bisnis MLM lalu mendaftarkan diri menjadi anggota baru.

Secara prinsip, pencitraan atau self branding itu harus terus diciptakan karena dinilai punya kemampuan besar dalam menarik minat orang lain. Selain itu self branding merupakan suatu harga atau aset yang nilainya sangat tinggi sekaligus memiliki manfaat besar bagi para pelaku bisnis MLM.

Manfaat ini tidak hanya dirasakan secara jangka pendek saja namun juga jangka panjang dan berpengaruh besar terhadap kehidupan dan lingkungan sekitarnya. Melalui self branding pula, orang akan melihat adanya aneka kelebihan pada diri pelaku bisnis MLM. Sehingga pebisnis ini dianggap layak untuk diikuti segala tindakannya.

Untuk menyempurnakan hasil self branding atau pencitraan yang sedang dibangun, terdapat beberapa tindakan lain yang sifatnya juga wajib dijalankan. Pertama adalah belajar mengenali diri sendiri dan munculkan keyakinan bahwa diri kita sangat pantas dikenal orang lain.

Langkah berikutnya, self branding perlu diiringi dengan kegiatan lain yang sifatnya rutinitas. Misalnya selalu menjalankan pola hidup sehat, terutama untuk pebisnis MLM yang memiliki produk utama ramuan kesehatan.

Lama kelamaan self branding dan pencitraan akan terwujud dengan sendirinya. Hasilnya, saat menjalankan bisnis MLM, semua tugas jadi mudah dan lancar dilaksanakan. Kemudian. hasil yang didapat dari kegiatan bisnis ini akan semakin memuaskan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *