Profit Besar dari Bisnis Catering Makanan Bayi

Oleh On 9:19 AM

Asupan gizi pertama dan utama diperoleh bayi berasal dari ASI. Namun, pada usia 6 bulan ke atas bayi perlu mendapat tambahan berupa makanan padat sebagai pendamping ASI. Makanan padat yang dimaksud teksturnya tentu tidak sama dengan makanan padat untuk orang dewasa. Sebab, kemampuan mengunyah serta sistem pencernaan bayi belum seoptimal orang dewasa. Untuk memudahkan bayi menelan dan proses pencernaan dalam perutnya berjalan lancar, maka makanan pendamping yang diberikan harus dalam bentuk bubur encer.

Beda lagi dengan kebutuhan makan bayi di atas satu tahun. Pada masa ini, kemampuan mengunyah dan daya cerna bayi sudah lebih baik. Tekstur bubur pun bisa dibuat lebih kental daripada usia di bawah 1 tahun. Seiring meningkatnya bilangan usia bayi, tekstur makanan akan semakin memadat hingga pada akhirnya anak mampu mengonsumsi makanan yang sama seperti orang dewasa.

Ragam makanan bayi sangat bervariasi. Bisa terbuat dari buah-buahan, sayuran organik, biji-bijian, dan beras. Supaya bayi bersemnagat makan, orang tua dituntut pandai berkreasi mengolah bahan-bahan terbaik. Inilah yang menjadi PR besar bagi para orang tua terutama ibu. Semacam tantangan tersendiri yang harus ditakhlukkan. Sayangnya tidak semua ibu berhasil melakukannya. Alasan yang paling sering kita dengar adalah keterbatasan waktu.

Keterbatasan waktu menjadi masalah serius bagi para ibu yang berkarier di luar. Sementara keinginan menyuguhkan makanan bernutrisi tinggi untuk bayi begitu besar. Makanan instant tinggal seduh memang mudah ditemukan di warung atau sawalayan dan memudahkan. Akan tetapi, menyuguhkan makanan instant untuk bayi menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Bagaimanapun makanan instant bukan makanan fresh tak terlepas dari penggunaan bahan-bahan kimia agar tahan lama. Belum lagi penyajian yang begitu-begitu saja kerap membuat bayi cepat merasa bosan.

Peluang Emas

Permasalahan keterbatasan waktu para ibu dalam mempersiapkan makanan bernutrisi untuk bayi dapat dijadikan peluang emas bagi pelaku usaha. Berdasarkan pengalaman yang sudah ada, bisnis catering makanan bayi disambut cepat oleh orang tua yang memiliki anak bayi. Terutama di kawasan perkotaan.

Dari segi kepraktisan, catering makanan bayi sudah tak diragukan lagi. Toh, orang tua bayi tinggal menunggu kurir datang membawakan menu tinggal santap. Pun, makanan yang disediakan oleh jasa catering nutrisinya lebih terjamin ketimbang makanan instant kemasan.

Bisnis seperti ini sebetulnya tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Bahkan ada yang memulainya dari modal 2 juta rupiah saja. Namun, jika peminatnya banyak, omsetnya bisa mencapai belasan hingga puluhan juta setiap bulan dengan profit 50% dari omset yang didapat. Pengusaha bisa balik modal dalam kurun waktu satu tahun.

Besarnya profit disebabkan karena bahan baku yang digunakan untuk makanan bayi sebetulnya tidak terlalu mahal. Yang menjadikan bisnis ini tampak “wah” di mata konsumen adalah kreativitas pengusaha dalam menyajikan menu. Sehingga tampak menarik dan menggugah selera.

Persiapan Bisnis Catering Makanan Bayi

Persiapan matang memungkinkan segala sesuatunya berjalan lebih mudah. Meskipun pada perjalanannya kelak terdapat kendala-kendala, Anda tak terlalu kaget lagi dan bisa mengatasinya dengan baik. Sebab, dalam masa persiapan, segala kemungkinan terburuk sekalipun telah dipikirkan matang-matang.

Bagi Anda yang tertarik menggeluti bisnis ini, silakan lakukan beberapa persiapan berikut ini terlebih dahulu.

Survey dan Observasi Kebutuhan Masyarakat di Daerah Terdekat Anda

Bisnis akan berkembang pesat jika sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu kenali dulu gaya hidup dan tradisi yang berlaku di daerah terdekat dengan Anda. Apakah aktivitas masyarakatnya tergolong padat sehingga tidak memungkinkan mereka selalu bisa berkutat di dapur atau tidak. Perlu diketahui, bisnis catering bayi kurang cocok dikembangkan di daerah-daerah kecil.

Mempersiapkan Modal

Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, modal untuk merintis bisnis ini terbilang ringan. Jika Anda tidak memiliki dana cash, mengajukan kredit ringan di koperasi pun rasanya tak terlalu memberatkan.

Lokasi Usaha

Bisnis ini tak mengharuskan Anda mempunya tempat usaha khusus. Dari rumah pun tetap memungkinkan untuk dilakukan. Toh, sebagian besar pengusaha menerapkan konsep antar alamat. Jadi konsumen tak perlu payah lagi menjemput.

Akan tetapi, lokasi yang strategis dapat menjadi point plus untuk Anda. Sebab semakin strategis tempat usaha, semakin banyak orang yang akan mengetahuinya.

Alat-alat Pendukung Operasional

Bisnis catering erat kaitannya dengan aktivitas di dapur. Oleh karena itu, peralatan yang dibutuhkan pun tak jauh-jauh dari alat-alat masak. Hanya saja, untuk membuat bubur Anda membutuhkan rice cooker, slow coocker dan blender. Jika konsumen Anda sudah semakin banyak, rice cooker atau slow cooker kurang lagi bisa diandalkan untuk memproduksi bubur dalam jumlah lebih banyak. Sebagai gantinya, Anda membutuhkan mesin pengaduk berkapasitas besar. Contohnya, seperti mesin pembuat dodol.

Pengetahuan tentang Makanan Sehat

Sebagian besar pengusaha bisnis catering makanan bayi bukan lulusan ilmu gizi. Mereka adalah orang awam yang mengisi peluang berdasarkan pengalaman mengurus bayi. Jadi pengetahuan mereka seputar makanan sehat bermula dari pengalaman mereka sendiri.

Namun untuk kebutuhan bisnis, tak ada salahnya Anda melengkapi pengetahuan seputar nutrisi yang cocok untuk bayi. Pengetahuan ini bisa dipelajari dari buku-buku pendukung yang dijual bebas di toko buku ataupun artikel-artikel terpercaya di internet. Didukung dengan pengetahuan yang baik, Anda pun semakin paham apa yang boleh dan tidak boleh diberikan pada bayi sesuai dengan tingkatan usianya.

Merekrut Tenaga Kerja

Di awal-awal usaha mungkin Anda tak terlalu membutuhkan bantuan karyawan tetap. Urusan delivery bahkan bisa dipercayakan pada driver online. Namun apabila konsumen Anda semakin banyak, Anda tak lagi bisa mengerjakan segala sesuatunya serba sendiri. Nah, di sinilah Anda mulai membutuhkan karyawan untuk meningkatkan produksi.

Dalam merekrut karyawan, pilihlah orang-orang yang punya ketertarikan besar terhadap kegiatan memasak. Sehingga akan lebih mudah dibimbing menjadi seperti yang Anda harapkan.

Tips agar Catering Anda Laris

Persaingan dalam bisnis catering makanan bayi memang belum terlalu sengit. Akan tetapi, Anda tetap perlu menjaga performa agar bisnis yang dijalankan semakin banyak peminat. Untuk itu, ikuti tips-tips berikut ini supaya laris.


  • Suguhkan menu yang bervariasi setiap hari. Usahakan tidak menyuguhkan menu yang sama dalam satu minggu. Banyak sekali menu-menu lezat yang bisa Anda buat, misalnya bubur jagung, bubur kacang hijau, bubur beras merah mix sayur, bubur tim daging, dan sebagainya.

  • Menjaga kebersihan dalam proses pembuatan dan penyajian. Organ pencernaan bayi masih sangat sensitif. Sedikit saja terinfeksi virus atau bakteri jahat, bayi bisa mengalami diare atau muntaber. Jika itu terbukti bersumber dari makanan yang dikonsumsi bayi, maka reputasi catering Anda taruhannya.

  • Pasang harga bersahabat. Meski berharap mendapatkan profit besar, namun dalam menetapkan harga haruslah logis. Setidaknya tidak terlalu murah atau mahal dari harga kompetitor. Rata-rata mematok harga 50 ribu untuk 3x jadwal makan per hari.


Demikian informasi seputar peluang bisnis catering makanan bayi. Silakan uji keberuntungan Anda melalui bisnis ini. Siapa tahu kesuksesan mendekati Anda.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »