Pengertian Peluang Usaha atau Bisnis MLM dan Sistem Kerjanya

Oleh On 5:26 AM

MLM yang merupakan kepanjangan dari Multi Level Marketing adalah sebuah sistem bisnis, khususnya bidang pemasaran yang memakai pelanggan atau pembeli sebagai jaringan utama dalam distribusi dan penjualan produk.

Pengertian Lengkap Tentang MLM

Istilah multi sendiri mengandung arti berjenjang. Sedangkan marketing punya makna sebagai pemasaran. Jadi MLM dapat dikatakan pula sebagai suatu sistem pemasaran yang dilakukan secara berjenjang atau bertingkat.

Selain itu bisa pula dikatakan MLM adalah sebuah teknik pemasaran yang dilakukan dengan cara memberikan peluang pada konsumen serta pelanggan. Tujuannya agar dapat melibatkan diri menjadi penjual produk sehingga mendapat bagian keuntungan. Pembeli dan pelanggan yang terlibat dalam jaringan pemasaran dan distribusi produk ini merupakan mitra bisnis.

Para mitra bisnis tersebut mempunyai tugas utama mendapatkan pembeli. Tapi selain itu juga diharuskan mengajak orang lain agar mau menjadi anggota jaringan pemasaran baru sehingga jaringan pemasaran atas suatu produk dapat berkembang secara lebih luas.

Keberhasilan dalam pengembangan jaringan bisnis dan penjualan atau distribusi produk pada sistem MLM punya pengaruh besar terhadap omset penjualan. Makin besar omset penjualan yang didapat, maka semakin bertambah besar pula nilai keuntungan atau profit yang didapat. Bentuk dari keuntungan ini biasanya tidak hanya berupa dana atau uang tunai saja, melainkan juga dalam wujud intensif dan bonus.

Perbedaan MLM Dan Bisnis Lainnya

Dalam prakteknya, MLM atau Multi Level Marketing mempunyai beberapa perbedaan yang cukup mencolok dibanding dengan bisnis atau sistem penjualan lainnya. Salah satunya adalah pihak marketing yang terlibat dalam bisnis ini berperan langsung sebagai distributor.

Artinya, mereka yang melibatkan diri dalam kegiatan MLM akan bertindak sebagai bos atau atasan untuk dirinya sendiri. Sedangkan pada bidang bisnis pemasaran biasa sistem penjualan barangnya harus selalu melalui produsen, kemudian distributor lalu agen dan yang terakhir ke konsumen.
Perbedaan berikutnya berkaitan erat dengan sistem pembagian profit atau keuntungan. Dalam bisnis biasa pihak yang pertamakali mendapat keuntungan besar adalah para direktur maupun pemilik perusahaan distribusi barang. Sangat jarang sekali ada tenaga pemasaran yang dapat keuntungan tinggi meski berhasil menjual produk dalam jumlah yang banyak.

Sedangkan pada sistem MLM, para tenaga penjualnya selalu mendapatkan profit yang sesuai dengan jumlah produk yang mereka jual. Istilahnya meski sama-sama bekerja keras, namun terdapat perbedaan nilai profit yang mereka peroleh, dimana sistem MLM dapat memberikan profit lebih tinggi dibanding sistem bisnis biasa.

Selain itu, sistem penjualan produk pada MLM selalu berjalan secara langsung yang terkenal dengan sebutan direct selling. Beda dengan bisnis biasa yang penjualan produk pada pembeli dan konsumen selalu melalui toko dan distribusi.

Jenis-Jenis MLM

Di masa sekarang, sistem MLM telah mengalami perkembangan yang sangat pesat termasuk jenis-jenisnya. Misalnya saat ini sudah ada yang disebut sistem binary plan. Dalam sistem ini, yang diutamakan adalah pengembangan tingkatan jaringan yang hanya terdiri dari dua tingkat saja sekaligus menomorsatukan keseimbangan dalam sistem jaringan.

Makin seimbang sistem jaringan yang tercipta dan omset penjualannya, bertambah besar pula bonus yang diterima oleh peserta atau anggota MLM tersebut. Namun sebaliknya jika kurang seimbang, bonus penjualan hanya diterima oleh pihak perusahaan atau produsennya saja.

Jenis MLM berikutnya dinamakan sistem matrix, yang sering dianggap lebih bagus dibanding sistem binary plan. Pengembangan jaringan dalam sistem ini memakai sebuah konsep, bahwa ada tiga tingkatan atau leg dalam jaringan penjualan.

Selanjutnya ada sistem bernama break away yang lebih mengutamakan pelebaran jaringan di sistem penjualan. Makin banyak member atau anggota yang didapat oleh pelaku MLM, maka semakin besar pula aneka bonus yang akan diterima. Meski demikian, pelaku MLM tersebut juga memiliki tugas yang tidak kalah besar, karena semua urusan yang terkait dengan teknik pengembangan jaringan harus diurus sendirian.

Kelebihan dari sistem ini, anggota atau downline bisa memiliki kesempatan mengembangkan jaringan bisnisnya sendiri. Bahkan dapat pula memperoleh downline dalam jumlah besar dan melebihi jumlah downline milik upline.

Sistem Kerja Dalam MLM

Meski mempunyai jenis yang berbeda-beda tetapi secara umum dan garis besar, sistem kerja dalam MLM atau Multi Level Marketing itu selalu sama. Sistem kerja pada MLM ini terdiri dari beberapa langkah.

Pada langkah pertama, seseorang yang juga bisa disebut pelaku usaha akan mendapat sponsor utama suatu perusahaan MLM. Sponsor ini bertindak sebagai distributor pertama karena lebih dulu bergabung pada perusahaan MLM tersebut.

Adapun tugas paling utama dari pebisnis MLM ini adalah menjual produk kepada konsumen sekaligus mengajak orang lain agar mau bergabung untuk menjadi seorang distributor baru. Dari sini kemudian akan terbentuk suatu jaringan penjualan baru.

Pada langkah kedua, sebelum menjadi distributor dan anggota MLM, orang tersebut biasanya diharuskan melakukan pendaftaran dan membayar sejumlah dana. Uang pendaftaran ini lalu diberikan pada upline terdekat yang dinamakan sebagai stockist dan disertai dengan formulir pendaftaran.

Selanjutnya orang yang baru saja bergabung dalam jaringan MLM ini akan dikasih berbagai macam fasilitas. Contohnya antara lain buku petunjuk, kartu anggota, katalog produk lengkap dengan daftar harganya dan lain-lain, termasuk contoh atau sampel produk.

Langkah berikutnya, peresmian kontrak atau perjanjian kerjasama. Seorang yang didaftar jadi anggota MLM atau downline harus bersedia memberi pernyataan resmi untuk jadi distributor dan agen penjualan. Mereka diharuskan pula menaati segala ketentuan serta semua peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan MLM.

Sedangkan perusahaan MLM mempunyai kewajiban menyediakan semua produk yang akan dijual oleh anggota. Bukan itu saja, perusahaan MLM tersebut juga harus selalu siap memberi komisi dan bonus dan layanan-layanan lainnya sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan.

Dari sini kemudian berlanjut pada langkah yang lebih baru lagi, dimana anggota atau pelaku bisnis MLM melakukan kegiatan pemasaran dan penjualan secara langsung pada konsumen. Hampir semua sistem penjualan pada MLM selalu menggunakan metode direct selling atau personal selling.

Makna dari kedua istilah di atas adalah sama, yaitu menjual produk dengan cara face to face atau pendekatan pada calon konsumen secara personal dan individu. Pihak penjual ini harus mampu mengasih keyakinan bagi calon konsumen tersebut, apabila produk yang ditawarkan tersebut memiliki kualitas bagus agar calon konsumen ini bersedia membelinya.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, selain melakukan penjualan langsung, para pelaku MLM juga berkewajiban mengembangkan atau menciptakan jaringan. Kemudian agar dapat mengembangkan jaringan bisnis MLM, setiap pelaku dapat melakukan sebuah kegiatan yang dinamakan prospek.

Kegiatan prospek yang tujuan utamanya adalah memperoleh anggota MLM baru ini biasanya dijalankan melalui beberapa macam strategi. Setiap perusahaan MLM pasti akan melakukan semacam pelatihan dan pendidikan khusus bagi anggota MLM-nya agar dapat melaksanakan tugas ini sebaik mungkin.

Jika semua langkah ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, maka yang terakhir tidak lain adalah pembagian profit atau komisi penjualan dan bonus-bonusnya. Tentu saja semua sistem terakhir ini selalu ditunjukan dan dijelaskan lebih dulu dalam kontrak perjanjian sebagaimana yang telah diuraikan di atas.

Semoga informasi lengkap tentang pengertian MLM atau Multi Level Marketing dan sistem kerjanya ini bisa berguna untuk semua orang. Khususnya untuk mereka yang ingin terjun dan menekuni bisnis tersebut.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »