Peluang Usaha Menggiurkan dari Racikan Mie Instan

Oleh On 9:20 AM

Kendati mengonsumsi mie instant terlalu sering dikatakan berbahaya, namun besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap mie instant ternyata bukan isapan jempol belaka. Berdasarkan data yang dirilis instanoddles.org, Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Cina sebagai negara yang paling sering mengonsumsi mie instant. Hal tersebut dibuktikan dari angka permintaan terhadap mie instant setiap tahunnya yang terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2010, permintaan mie instant di Indonesia mencapai angka14,40 miliar. Angka tersebut kemudian mengalami kenaikan menjadi 14,53 miliar pada satu tahun berikutnya. Tahun 2013 permintaan meningkat jadi 14.90 miliar. Dan, hingga kini berhasil menembus angka 16 miliar lebih.

Jika penduduk Indonesia berjumlah 250 juta jiwa, maka dapat disimpulkan bahwa tiap orang orang rata-rata membeli 64 bungkus mie instant setiap tahun. Meski Indonesia bukan negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak, namun faktanya untuk permintaan terhadap mie instant kita berhasil mengungguli negara Amerika Serikat. Negara adikuasa tersebut diketahui termasuk negara dengan populasi penduduk terbanyak nomor empat di dunia, namun permintaan mie instant mereka hanya 4,4 miliar saja. Kalaupun mengalami kenaikan, angkanya tidak terlalu siginifikan.

Kelezatan Mie Instant Lokal yang Mendunia

Siapapun setuju kelezatan mie instant buatan Indonesia sulit terlupakan. Racikan bumbu-bumbu instantnya sangat mirip dengan cita rasa masakan lokal. Contoh saja seperti mie instant rasa rendang, kari ayam, dan soto Medan. Apalagi kini varian rasanya kian bertambah. Sebagian besar masakan khas nusantara bisa kita temukan dalam bentuk mie instant.

Dirilis dari Ramen Rater (situs yang khusus mengulas berbagai jenis mie instant di seluruh dunia), tahun 2013 silam Indomie berhasil masuk dalam Top Ten Instant Noddles of All Time Edition 2013. Mie goreng rasa rendang terpilih menduduki peringkat ketiga. Sedangkan pada tahun 2011-2012, Indomie goreng keriting spesial dan Indomie goreng rasa ayam panggang didaulat menjadi mie terlezat nomor wahid di dunia.

Penilaian tersebut didasarkan pada tekstur mie yang kenyal serta citarasa yang kuat pada mie insant Indonesia. Sehingga begitu kena di lidah, rasanya akan sulit terlupa. Tak heran jika mie instant Indonesia bukan hanya laku di dalam negeri, tapi juga diincar oleh turis-turis di belahan negara lain. Sebut saja seperti di Jepang dan Arab Saudi. Meski harga per bungkusnya bisa melonjak 3x lipat dari harga asli, tetap banyak peminatnya.

Peluang Usaha Jual Mie Instant

Kelezatan mie instant yang kerap membuat sebagian besar orang menjadi candu ternyata bisa menjadi peluang bisnis untuk mendatangkan uang. Tentu saja bukan sebatas dari kegiatan jual beli mie instant mentah, melainkan memanfaatkan mie instant untuk kemudian diracik menjadi seporsi ready to eat (siap makan).

Menjual mie instant yang dihidangkan sesuai pesanan bukan hanya mendatangkan keuntungan tersendiri bagi pelaku usaha, tapi juga memudahkan pembeli yang tak punya waktu memasak mie atau meracik mie sendiri.

Saat ini begitu banyak kafe-kafe mini yang menawarkan menu utama berupa mie instant. Tampaknya sederhana, namun ternyata bisa jadi tongkrongan favorit masyarakat terutama kawula muda. Dengan demikian, omset yang didapat setiap bulannya bukan lagi recehan.

Keuntungan Bisnis Mie Instant Ready to Eat

Sebagai calon pengusaha mie instant ready to eat, tentu hal pertama yang mendorong Anda untuk mau menggelutinya adalah keuntungan. Untuk itu, berikut beberapa keuntungan yang dihasilkan bisnis ini.


  1. Profit besar dana modal kecil. Inilah yang paling diharapkan oleh calon pebisnis dimanapun. Dengan modal yang seminim-minimnya bisa menghasilkan profit yang sebesar-besarnya. Bahan baku utama yang digunakan dalam bisnis ini tak lain adalah mie instant. Rata-rata harga mie instant berada di bawah lima ribu rupiah. Untuk satu porsi standar saja yang terdiri dari mie, sayur, dan telur, dijual dengan harga 10-12 ribu rupiah. Padahal modal terbesar Anda untuk menu standar seperti itu paling hanya berkisar 5-7 ribu rupiah saja.

  2. Mudah dalam penyajian. Saking mudahnya, meracik mie instant bisa dilakukan oleh siapa saja. Bahkan remaja sekalipun. Sebab, mie instant pada dasarnya sudah enak. Tinggal ditambahi bahan-bahan pelengkap seperti sawi, telur, bakso, udang, sosis, dan sebagainya untuk membuat citarasa mie jadi bertambah lezat.

  3. Bukan bisnis musiman. Asyiknya lagi, bisnis mie instant ready to eat ini bukan bersifat musiman. Jadi tak lekas lekang dimakan waktu. Sebab, semakin lama ketergantungan konsumen terhadap mie instant nyaris seimbang seperti nasi. Mie instant kerap dijadikan alternatif ketika bosan makan nasi atau bahkan sebagai pengganti lauk untuk makan nasi.

  4. Menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Nyaris tak ada orang yang tak pernah mencoba makan mie instant. Dan, sebagian besar dari yang sudah mencoba mengaku menyukainya. Mie instant memang makanan tanpa “strata” yang bisa disantap dan disukai siapa saja. Harganya pun cukup terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Sehingga memasarkannya pun cukup mudah.

  5. Bukan makanan membosankan. Mie instant termasuk makanan yang bisa dibilang “everlasting” karena sifatnya yang tidak membosankan. Paling-paling orang hanya berhenti mengonsumsinya dalam sementara waktu, setelahnya ingin menyantapnya lagi dan lagi. Itu sebabnya, banyak yang mengatakan makanan yang satu ini bersifat “addict”.


Persiapan Menjalankan Usaha Mie Instant Ready to Eat

Jika Anda tertarik dan merasa tertantang untuk mencoba menggeluti bisnis ini, mulailah melakukan persiapan dari sekarang. Memang, persiapan yang dibutuhkan tak terlalu banyak dan menyulitkan, tapi penting bagi Anda untuk melakukan hal-hal berikut ini terlebih dahulu.

  1. Memilih Lokasi yang Strategis


Salah satu point yang dapat mempengaruhi laris atau tidaknya sebuah bisnis adalah lokasi. Lokasi yang kurang startegis kurang berpotensi mendatangkan pembeli. Untuk bisnis tempat makan, sebaiknya pilihlah tempat-tempat yang ramai dilewati oleh orang-orang. Kafe atau warung mie instant ready to eat ini misalnya, lebih cocok dibuka di kawasan yang dekat dengan sekolah atau kampus. Sebab, biasanya anak sekolah atau mahasiswalah yang paling doyan makan mie instant.

  1. Peralatan Operasional


Selain bangku dan meja untuk menjamu pembeli, Anda tentu membutuhkan peralatan dapur untuk meracik mie. Untungnya bisnis ini tak membutuhkan peralatan yang canggih-canggih dan mahal. Paling tidak hanya berupa wajah, panci, kompor, pan, saringan mie, piring, sendok, mie, piring, dan sendok.

  1. Menyediakan Bahan Pelengkap


Bahan pelengkap yang dibutuhkan umumnya telur dan sayuran. Namun untuk menambah kelezatan, boleh ditambahi sosis, keju, kornet, ayam, daging giling, dan lainnya.

  1. Tenaga Karyawan


Jika bisnis Anda berkembang pesat, Anda tak bisa lagi melakukan segala sesuatunya sendiri. Pastinya Anda membutuhkan beberapa orang karyawan untuk membantu. Rekrut orang-orang yang menyukai dunia kuliner meskipun basic pendidikannya bukan dari tata boga, punya semangat tinggi untuk memajukan usaha bersama, dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya.

  1. Memperbanyak Referensi Menu


Terakhir, perbanyaklah referensi Anda seputar menu berbahan dasar mie instant. Jadi menu olahan mie instant yang Anda suguhkan kepada pembeli lebih bervariasi dan tidak membosankan.

Nah itulah gambaran singkat mengenai peluang bisnis racikan mie instant. Semoga informasi yang disajikan dalam artikel ini dapat menginspirasi dan membakar semangat Anda untuk merintis bisnis serupa.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »