Modal Kecil Laba Besar dari Bisnis Repacking Snack

Oleh On 3:19 AM

Bisnis merupakan salah satu yang paling banyak digeluti oleh orang-orang yang ingin mandiri. Begitu banyaknya jenis bisnis, bisnis kulinerlah yang sangat menarik digeluti disamping bisnis hiburan. Alasannya, semua manusia pasti membutuhkan makanan. Dengan penyajian yang menarik dan tampak berkelas, makanan sederhana pun pasti mampu menumbuhkan selera banyak orang.
Bisnis kuliner terdiri atas banyak macam. Secara garis besar dikelompokkan menjadi bisnis makanan berat dan bisnis makanan ringan (snack). Bisnis makanan berat seperti halnya usaha katering yang menyediakan aneka lauk pauk beserta nasi atau mie. Sedangkan bisnis makanan ringan menjurus pada segala sesuatu yang bersifat camilan. Contohnya kukis, keripik, dodol, kacang-kacangan, dan sebagainya.

Secara keseluruhan bisnis makanan berat lebih merepotkan dibanding bisnis makanan ringan. Selain memerlukan keterampilan memasak, peralatan yang digunakan pun mesti komplit. Modal yang dibutuhkan juga lumayan besar. Berbeda dengan bisnis makanan ringan. Dari segi pelaksanaan, modal, dan peralatan pendukung tergolong sederhana. Bahkan, bisnis yang satu ini bisa dirintis oleh mahasiswa sekalipun.

Repacking Snack

Berbicara soal bisnis makanan ringan, yang termudah dan menarik untuk dicoba adalah repacking snack. Repacking snack merupakan kegiatan mengemas ulang makanan ringan ke dalam kemasan eceran guna membuat tampilan lebih menarik dan memudahkan konsumen yang ingin membeli dalam berat yang lebih ringan.

Bisnis ini tak mengharuskan pelaku usaha bisa memasak. Sebab, snack yang akan dipacking bukan harus diproduksi sendiri melainkan bisa diambil dari pabrik atau industri rumahan/UKM. Dari pabrik atau industri rumahan tersebut, snack yang diinginkan dibeli dalam partai besar. Kelak snack itulah yang akan dikemas ulang ke dalam kemasan-kemasan lebih kecil untuk kemudian dijual secara eceran di warung-warung atau toko-toko. Sebagai identitas, pelaku usaha berhak menambahkan stiker atas nama usaha dagangnya pada kemasan snack yang telah dipacking ulang.

Keuntungan dan Kelemahan Bisnis Repacking Snack 

Sebagai bahan pertimbangan, perlu bagi calon pengusaha untuk mengetahui lebih dulu keuntungan dan kelemahan dari bisnis yang hendak dijalankannya. Hal ini berguna sebagai persiapan mental akan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di masa yang akan datang. Mari kita bahas dari sisi keuntungan:

Pertama, bisnis ini walau sudah menjamur di mana-mana namun bisa dibilang tidak ada matinya. Sebab, camilan tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Sebagian besar orang mengisi waktu luan dengan mengemil. Seperti ketika nonton televisi, bersantai di waktu sore, hingga di sela-sela kesibukan kerja sekalipun. Selama kebutuhan terhadap makanan ringan masih ada, maka bisnis seperti ini akan terus berlanjut.

Kedua, karena teknisnya tak terlalu sulit, bisnis semacam ini bisa digeluti oleh siapa saja tanpa memerlukan latar belakangang pendidikan tertentu dan skill mumpuni. Sangat cocok untuk pemula yang ingin terjun ke dunia bisnis dan pemilik modal kecil.

Ketiga, mudah dipasarkan. Segala bentuk produk-produk makanan, tak terkecuali makanan ringan sekalipun, tergolong lebih mudah dipasarkan ketimbang produk kecantikan, fashion, elektronik, dan sebagainya. Bahkan, camilan kemasan ulang ini bisa dipasarkan hingga ke luar kota dan luar negeri.

Keempat, expired cukup lama. Sebagian besar jenis makanan ringan memiliki masa layak guna yang cukup lama. Produk seperti keripik, kukis, dan kacang-kacangan bahkan bisa bertahan hingga berbulan-bulan asal kemasannnya tertutup rapat. Malahan, ada pengusaha yang memainkan trick memanaskan ulang camilan tertentu agar tetap renyah. Lain hal dengan makanan berat dan basah yang masa layak pakainnya hanya terbatas pada hitungan jam dan belum tentu bisa dipanaskan kembali.

Dari sisi kelemahan:

Pertama, persaingannya sangat ketat dikarenakan banyaknya pesaing dengan bisnis serupa. Jika tak paham membuat strategi untuk mencuri perhatian konsumen, alamat akan cepat tersingkir.

Kedua, meski masa layak pakainya cukup lama, namun beberapa jenis camilan rentan sekali hancur. Contohnya keripik. Keripik yang hancur-hancur tak menarik lagi dipandang. Alhasil terpaksa ditarik kembali dari toko atau dijual dengan harga di bawah pasaran.

Kunci Sukses Bisnis Repacking Snack 

Bisnis repacking snack memang tergolong mudah dilakukan. Akan tetapi, bisnis ini juga memiliki pakem-pakem tertentu agar pelaksanaannya lancar dan hasilnya menguntungkan. Beberapa kunci keberhasilan repacking snack terletak pada beberapa langkah berikut ini.

1. Mencari Pemasok Tetap 

Dalam pelaksanaan bisnis ini, Anda sangat bergantung pada pemasok. Sebab, seperti yang telah ditulis sebelumnya, camilan yang hendak dipacking ulang pada dasarnya bukan buatan sendiri. Melainkan dibeli dari pabrik atau industri rumah tangga. Merekalah yang bertindak sebagai pemasok.
Usahakan bekerja sama dengan pemasuk yang produksinya stabil. Sehingga kapanpun Anda membutuhkan barang, stocknya tersedia. Sehingga bisnis Anda tidak tersendat hanya karena stock yang Anda inginkan kosong dan baru tersedia kembali dalam waktu lama.

Menjalin hubungan kerja sama dengan pemasok tak terbatas pada satu-dua orang. Semakin banyak, semakin bervariasi pula jenis snack yang bisa Anda repacking.

2. Memilih Kualitas Produk Terbaik

Kesalahan terbesar pelaku usaha adalah abai terhadap kualitas produk yang dijualnya. Alih-alih mendapatka keuntungan besar, yang ada kepercayaan konsumen pada produk tersebut menjadi rusak. Akibatnya sulit mempertahankan konsumen untuk kembali membeli lagi.

Berkomitmen kuatlah untuk memberikan yang terbaik pada konsumen Anda. Mencari keuntungan sudahlah pasti. Namun kualitas produk tidak boleh dikesampingkan.

3. Menyediakan Produk Snack yang Bervariasi

Snack yang bervariasi juga dapat membantu memikat minat konsumen lebih cepat. Variasi membantu konsumen terbebas dari rasa bosan. Sehingga, produk Anda akan terus dicari. Selain itu, dengan adanya variasi produk konsumen bisa lebih lelauasa dalam menentukan pilihan.

4. Tentukan Brand

Brand sama halnya dengan identitas bisnis yang Anda jalankan. Gunakanlah brand yang menarik dan mudah diingat. Sehingga mampu membuat konsumen terkesan sejak pada pandangan pertama. Sedapat mungkin tidak menggunakan brand yang sama atau identik dengan brand lainnya yang sudah pernah ada.

5. Gunakan Kemasan yang Menarik 

Kemasan ibarat pakaian yang melekat pada tubuh seseorang. Jika tampilannya menarik, maka orang lain pun tertarik untuk mengetahuinya lebih dalam. Begitu juga dengan produk-produk makanan. Kualitas rasa memang nomor satu, akan tetapi ingatlah bahwa makanan ringan tak selalu menyediakan tester untuk calon konsumen. Maka umumnya orang akan memilih snack berdasarkan kemasan luarnya.

Bagus tidaknya kemasan yang digunakan juga dapat turut mempengaruhi harga jual. Kreativitas Anda dalam memilih kemasan, membuat produk sederhana sekalipun tampak lebih bernilai dan beda dari kebanyakan.

6. Lakukan Promosi 

Sebuah bisnis tak terlepas dari promosi. Promosi membantu menaikkan pamor suatu produk hingga bisa diketahui oleh masyarakat luas. Jika Anda belum punya toko sendiri atau belum men-display produk tersebut di toko-toko, promosi tetap bisa dilakukan secara offline melalui ragam platform media sosial yang ada. Tapi ingat, konsep promosi pun harus dibuat menarik dan tidak menganggu kenyaman orang lain ataupun kompetitor.

Demikian ulasan mengenai bisnis repacking snack yang termasuk mudah dan bisa dijalankan oleh pemula. Semoga informasi yang kami sampaikan dapat menginspirasi seluru pembaca.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »