Mengulik Keuntungan dari Bisnis Rental Mainan Anak-anak

Oleh On 9:18 AM

Sebagian besar kehidupan anak-anak di bawah usia 10 tahun diisi dengan bermain. Bermain secara tidak langsung saraf sensorik dan motoriknya ikut berkembang dengan baik. Melalui permainan yang dilakukan bersama teman-teman, mereka juga bisa belajar cara bersosialisasi dan bekerja sama.

Sayangnya, kebutuhan akan mainan kerapkali memberatkan para orangtua. Betapa tidak? Biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli sebuah mainan saja bisa dibilang tidak murah. Belum lagi anak-anak cenderung mempunyai sifat cepat merasa bosan. Memiliki satu mainan saja tak cukup bagi mereka. Di samping itu, tiap bilangan usianya berganti, orangtua harus membeli mainan baru sementara maian yang lama sudah tidak bisa terpakai lagi.

Menyikapi kondisi yang membuat sebagian besar orangtua dihantam dilema, para pemilik naluri bisnis justru menganggap situasi ini sebagai celah untuk mendapatkan keuntungan. Maka terciptalah ide bisnis rental mainan anak-anak.

Bisnis rental mainan anak-anak sebetulnya sudah cukup lama ada di Indonesia. Namun dulu gaungnya tidak sesemarak sekarang. Dahulu, pengusaha yang menggeluti bisnis ini belum seberapa banyak. Kini, justru sebaliknya.

Keuntungan Rental Mainan Bagi Konsumen

Kehadiran bisnis rental mainan sangat membantu para orangtua untuk berhemat tanpa mengenyampingkan kebutuhan si buah hati akan permainan. Hal-hal positif yang dirasakan konsumen dengan adanya jasa rental mainan antara lain:


  1. Dana Untuk Membeli Mainan Bisa Dialokasikan Ke Kebutuhan Lain Yang Lebih Penting, Semisal Untuk Tabungan Pendidikan.


Untuk satu item mainan bermutu, harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Bayangkan jika Anda harus membeli beberapa mainan dalam rentang waktu yang berdekatan. Dihitung-hitung totalnya bisa mencapai jutaan rupiah. Andai uang sebanyak itu dialokasikan untuk tabungan pastinya akan lebih menguntungkan untuk masa yang akan datang.

  1. Anak Bisa Merasakan Permainan Yang Berganti-Ganti.


Seperti yang telah kami tulis sebelumnya, anak cenderung lekas merasa bosan. Rasa keingintahuannya terhadap sesuatu yang baru sangat besar. Apabila anak-anak sudah merasa cukup puas terhadap suatu hal, maka mereka akan mencari sesuatu yang sifatnya baru. Kebiasaan seperti itu berlaku pula saat mereka bermain. Itu sebabnya anak-anak tak pernah merasa cukup hanya dengan satu mainan saja.

Untungnya, pusat-pusat rental mainan anak menyediakan beraneka macam mainan dalam segala tingkatan usia. Jadi anak-anak bisa mencoba banyak permainan tanpa harus membeli. Begitu bosan pada suatu mainan, anak bisa memilih mainan lain untuk disewa.

  1. Menghindarkan Sifat Mubazir.


Karena bolak-balik membeli mainan, tak terasa jumlah mainan anak bertumpuk banyaknya. Kalau Anda punya rencana menambah anak, mungkin saja mainan si kakak bisa diwariskan kepada adiknya. Namun, bagaimana jika tidak? Tentu mainan yang telah dibeli dan tidak dimainkan lagi itu hanya akan menjadi penghuni gudang. Sayang sekali, bukan?

Dengan tersedianya jasa rental mainan, Anda tak perlu sering-sering lagi membeli mainan. Cukup dengan menyewa mainan yang diinginkan, anak-anak tetap bisa bermain-main. Begitu masa sewa habis, mainan tinggal dikembalikan lagi. Praktis dan tentunya tak membuat rumah/gudang Anda penuh dengan mainan.

Modal dan Konsep Bisnis Rental Mainan

Pada dasarnya, bisnis rental mainan ini bukan bisnis kecil-kecilan. Apa sebabnya? Modal yang dibutuhkan untuk menjalankannya termasuk besar. Rata-rata membutuhkan modal 10 juta rupiah. Jika ingin menyediakan unit mainan yang lebih banyak dan bervariasi, modal yang dibutuhkan bisa 2x lipat lebih banyak lagi. Karena itu, pengusaha yang berkecimpung di bisnis ini sebagian besar pemilik modal yang cukup kuat alias berduit.

Berdasarkan pengalaman mereka yang menekuni bisnis ini, profit yang didulang ternyata setimpal dengan modal yang dikeluarkan. Sedikitnya, mereka mampu mengantongi profit 30% dari keseluruhan omzet yang diperoleh. Bahkan, untuk yang sangat terkenal malah bisa mendulang profit 40-45% dari omzet.

Dalam pelaksanaannya, sistem rental yang digunakan cukup bervariasi. Pertama, ada yang sengaja khusus menyewakan mainan anak-anak berupa mobil-mobilan, skuter, dan motor-motoran saja. Biasanya pengusaha model ini mangkal di arena-arena terbuka seperti taman bermain atau pelataran mall. Mainan yang berbahan bakar aki ini sukses menarik minat anak-anak usia 3-6 tahun. Apalagi di hari-hari libur, penyewa nyaris tak pernah habis. Tarif sewa dihitung per 10 menit. Rata-rata mematok harga 10-15 ribu/10 menit. Namun, keseringan pelanggan menyewa lebih lama daripada itu.

Kedua, ada pula yang menerapkan sistem sewa mingguan. sistem sewa seperti ini membolehkan pelanggan membawa suatu mainan yang dikehendaki untuk dibawa pulang selama satu minggu. Tarifnya dihitung berdasarkan jenis mainan yang dipilih.

Ketiga, sistem sewa sekali bayar. Sistem seperti ini biasanya ditemukan di mall atau pusat pusat perbelanjaan. Konsepnya berupa arena permainan yang cukup luas. Pelanggan tinggal bayar sesuai tarif yang tertera, maka selanjutnya anak-anak bebas main sepuasnya di dalam arena sepanjang hari. Jika ingin keluar dari arena, maka sewa dianggap berakhir.

Persiapan Memulai Bisnis Rental Mainan

Sebelum menekuni suatu bisnis, sudah seyogianya dilakukan persiapan terlebih dahulu. Beberapa hal yang perlu Anda persiapkan antara lain:

  1. Survey dan Observasi Lingkungan Tempat Usaha


Bisnis seperti ini lebih berpotensi dilakukan di lingkungan yang banyak terdapat anak-anak atau pusat keramaian. Pemilihan lokasi yang strategis juga mampu membantu usaha Anda berkembang lebih cepat daripada di lokasi-lokasi pinggiran.

  1. Berburu Pusat Penjualan Mainan Anak Murah


Carilah pusat-pusat penjualanan mainan yang bisa dibeli dalam partai besar (grosir). Selain bisa mendapatkan harga lebih murah, di sini koleksi mainannya lebih lengkap. Biasanya ada jasa antar ke alamat gratis pula.

Saat ini, banyak pusat-pusat penjualan mainan anak-anak yang bersedia melayani pembelian secara online. Hal itu tentu memudahkan semua orang yang mobilitasnya terbatas.

  1. Pilih Mainan Sesuai Pangsa Pasar


Meski secara umum target dari usaha ini adalah anak-anak, namun anak-anak dari kalangan seperti apa yang ingin Anda tuju? Apakah anak-anak dari kalangan menengah-atas, atau menengah-bawah. Setelah menentukan pangsa pasar, sesuaikan jenis mainan yang mereka butuhkan. Anak-anak dari kalangan menengah-bawah, tentu tak membutuhkan mainan-mainan yang terlampau berkelas. Sebab harga sewanya sudah pasti akan memberatkan orang tua merea. Sebaliknya anak-anak dari kalangan ekonomi menengah-atas, biasanya tak terlalu memusingkan soal harga. Mereka lebih menyukai mainan-mainan canggih meskipun biaya sewanya cukup mahal.

Memilih mainan juga perlu disesuaikan dengan tingkatan usia. Jika sasaran Anda adalah balita, jenis permainannya mungkin lebih sederhana dibandingkan untuk anak-anak usia 6-8 tahun. Agar tak berebutan, satu jenis mainan harus disediakan 2-3 unit.

  1. Buatlah Tarif dan Aturan yang Nyaman Untuk Kedua Belak Pihak


Keinginan mendulang laba tentu dirasa oleh seluruh pengusaha. Hanya saja, menerapkan harga sewa terlalu tinggi juga membuat usaha yang dijalankan sepi pelanggan. Terapkan harga yang kompetitif dan masuk akal. Boleh juga menerapkan denda apabila mainan terlambat dipulangkan (lewat hari) atau rusak di tangan pelanggan.

  1. Gencarkan Promosi


Karena bisnis semacam ini bukan hanya satu-dua orang lagi yang menjalankannya. Maka gencarkankanlah promosi agar bisnis Anda semakin banyak dikenal masyarakat luas.

Cukup menarik, bukan? Nah, bagi yang punya modal dan berencana membuka usaha, bolehlah mencoba bisnis rental mainan ini. Siapa tahu Anda beruntung.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »