Mengenal Secara Jelas Perbedaan MLM dan Money Game

Oleh On 5:32 AM

Di masa sekarang banyak berkembang berbagai jenis tawaran bisnis yang sifatnya instan dan selalu memunculkan godaan tinggi bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan profit sebesar mungkin secara mudah. Bahkan muncul sebuah istilah yang dinamakan money game.
Sistem kerjanya bisa dikatakan nyaris sama dengan MLM atau Multi Level Marketing. Meski demikian diantara keduanya terdapat perbedaan yang sangat besar, meski kadangkala banyak orang yang tidak menyadarinya. MLM merupakan bisnis yang dijalankan secara benar serta sungguh-sungguh melalui kerja keras. Sedangkan dalam money game, lebih bersifat untung-untungan. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai judi dan penipuan.

Sekilas Penjelasan Tentang Money Game

Money game adalah sebuah kata yang merujuk pada suatu kegiatan pengumpulan modal atau dana dengan tujuan utama untuk melipatgandakan laba yang mau didapat. Dalam prakteknya, sistem penggandaan uang atau komisi yang sangat besar ini selalu diperolah dari perekrutan dan penambahan anggota baru. Jadi bukan berasal dari profit atau keuntungan atas penjualan suatu produk.

Money game biasanya tidak punya produk-produk khusus untuk ditawarkan pada konsumen. Jikapun memiliki dan mengeluarkan produk, biasanya hanya bertujuan untuk kamuflase saja. Tujuannya yaitu agar kegiatan dari money game tersebut tidak terlihat secara nyata dan tidak banyak yang menyadari bahwa ini merupakan penipuan.

Kenapa money game selalu punya daya pikat tinggi? Karena dalam aktivitasnya, bisnis abal-abal atau tipu menipu ini selalu memberikan janji profit tinggi pada semua anggotanya tanpa melalui kerja keras dan profit tinggi tersebut dapat diperoleh dalam waktu yang sangat cepat. Singkatnya, kegiatan money game selalu memunjulkan janji laba besar namun pada sisi yang lain juga sering melakukan tipuan dengan dalih untuk investasi.

Dalam perkembangannya, money game menjadi sebuah kegiatan yang makin sulit dibedakan dengan MLM atau Multi Level Marketing. Seringkali masyarakat kurang memahami, apakah bisnis yang diikutinya tersebut merupakan sebuah bisnis jujur atau penipuan.

Saat ini semakin banyak pula pelaku money game yang mengembangkan usaha haramnya tersebut melalui kedok MLM, pembentukan koperasi dan sebagainya. Bahkan sudah jamak pelaku money game yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk memperluas jaringan.

Cara Membedakan MLM Asli Dan Money Game

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sebelum terjun ke bisnis MLM, ada baiknya tahu dan paham lebih dahulu perbedaan diantara keduanya agar tidak menanggung kerugian. Tujuannya agar kerugian besar akibat dari penipuan ini dapat dihindari. Perbedaan-perbedaan tersebut antar lain adalah sebagai berikut.

1. Pungutan Uang Pendaftaran Terlalu Tinggi

Pelaku money game biasanya selalu memungut biaya pendaftaran yang sangat tinggi kepada setiap calon anggota yang ingin mendaftarkan diri. Sangat berbeda dengan bisnis MLM yang pada umumnya hanya meminta biaya sebagai pengganti buku katalog, sampel produk beserta proses adminitrasi.
Ketika biaya pendaftaran yang harus dibayarkan nilainya jauh lebih besar dibandingkan yang diperoleh, besar kemungkinan penawaran tersebut bukan merupakan MLM melainkan money game. Apalagi jika mencapai jutaan rupiah, sementara nilai contoh produk yang didapat cuma ratusan ribu rupiah saja.

2. Lebih Mementingkan Investasi, Bukan Penjualan Produk

Dalam kegiatan money game, tidak jarang anggotanya hanya disuruh menjalankan investasi dana saja, tetapi pada sisi yang lain selalu diiming-imingi dengan nilai profit dan return yang sangat tinggi. Namun, profit tinggi ini selalu ditambahi dengan syarat harus bisa memperoleh anggota baru atau melakukan perekrutan dowline. Aturan ini selalu bersifat mutlak.

Selain itu, produk yang dijual biasanya merupakan barang yang sangat sulit untuk dijual dan tidak punya kualitas bagus. Sedangkan pada MLM asli, mutu produknya selalu terjamin serta mendapat izin edar dari lembaga-lembaga berwenang. Misalnya untuk produk kesehatan atau kecantikan dan sejenisnya, di Indonesia selalu dilengkapi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM.

3. Tidak Menggabungkan Diri Dalam Organisasi Penjualan

Di Indonesia, perusahaan MLM yang menjalankan bisnis secara nyata selalu melengkapi diri dengan Surat Izin Usaha Penjualan Langsung atau SIUPL beserta izin edar produk dari pihak BPOM bahkan hingga Departemen Kesehatan. Jadi sebelum bergabung dengan suatu bisnis MLM, sebaiknya melakukan pengecekan lebih dulu terkait dengan izin-izin tersebut.

Lebih terpercaya lagi apabila perusahan MLM ini juga menggabungkan diri dengan Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia atau APLI. Sedangkan pada tingkat internasional, organisasi sejenis yang paling terpercaya dinamakan WFDSA atau World Federation of Direct Selling Associtions. Bisnis money game yang merupakan penipuan pasti tidak akan bergabung pada kedua organisasi tersebut dengan berbagai macam alasan.

4. Lebih Mengutamakan Perekrutan Anggota Atau Member

Sumber pendanaan serta profit paling utama dalam kegiatan money game selalu berasal dari biaya pendaftaran anggota atau member baru. Karena itu setiap pesertanya diharuskan untuk mencari anggota sebanyak mungkin. Kegiatan ini menjadi hal yang utama, bukan penjualan produk.
Sedangkan di kegiatan MLM sumber labanya berasal dari komisi penjualan, ditambah dengan bonus perekrutan anggota baru. Baik sistem penjualan maupun perekrutan anggota baru, pada umumnya harus disertai dengan usaha dan kerja keras. Jadi sistemnya hampir sama dengan bidang bisnis yang lain.

5. Keuntungan Besar Hanya Didapat Anggota Pertama Yang Bergabung

Semua kegiatan money game hanya mampu memberikan keuntungan paling besar dan tinggi kepada anggota-anggota yang bergabung untuk pertamakali. Sedangkan anggota yang mulai bergabung terakhir, biasanya hanya akan menanggung kerugian saja. Penyebab yang paling umum terjadi adalah, perusahaan menyatakan dirinya bangkrut atau melarikan diri dari segala kewajiban.
Sementara itu untuk bisnis MLM, tetap dapat memberi keuntungan pada semua anggotanya, termasuk yanb bergabung terakhir atau belakangan. Karena semua profit beserta komisi yang didapat selalu bersumber dari hasil kerja keras para anggotanya, baik secara individu maupun pada kelompok atau jaringan. Mereka harus saling membantu untuk menjual produk dan saat ingin mencari downline atau anggota baru.

6. Tidak Pernah Mengadakan Pelatihan

Meski telah resmi menjadi anggota, orang yang bergabung dalam kegiatan money game tidak pernah mendapat pelatihan-pelatihan. Memang ada satu pelatihan, namun anggotanya hanya diberikan motivasi agar selalu menjadi anggota yang sangat loyal pada perusahaan. Selain itu, tidak ada pelatihan lainnya.

Dalam kegiatan bisnis MLM, pelatihanya biasanya tidak hanya terdiri dari satu jenis saja tapi ada beberapa macam sekaligus. Misalnya dalam bentuk seminar agar setiap anggota semakin bersemangat dalam menjalankan bisnisnya. Terutama dalam urusan penjualan produk beserta perekrutan member baru.

Selain itu diberi pelatihan pula tentang teknik-teknik penggunaan atau konsumsi produk dan hal-hal lain yang masih punya hubungan erat dengan produk tersebut. Misalnya dalam bisnis MLM yang memiliki produk kesehatan atau kecantikan, pasti rajin menyelenggarakan segala kegiatan seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan dunia kesehatan dan kecantikan.

Itulah beberapa cara beserta teknik membedakan antara kegiatan bisnis MLM yang asli dan money game. Di Indonesia sendiri banyak kasus penipuan money game berkedok MLM yang telah berhasil dibongkar dan diringkus pelakunya oleh pihak berwajib. Meskipun demikian hampir setiap waktu selalu mucul kasus money game baru tapi belum terdeteksi penipuannya.

Untuk itu, masyarakat harus lebih waspada karena oknum-oknum pelakunya makin lihai dan cerdik dalam mengatasnamakan MLM. Jangan mudah tergiur meski mendapat tawaran profit besar meski tugasnya hanya diminta mencari anggota baru saja.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »