Mengembangkan Kepribadian Tangguh Melalui Bisnis MLM

Oleh On 9:24 AM

Membangun kepribadian menjadi suatu hal yang sangat penting dalam pengembangan bisnis MLM. Setiap orang pasti ingin menjadi sosok yang baik. Selain itu apabila berhasil muncul sebagai sosok yang baik akan menghadirkan banyak sekali efek positif baik untuk diri sendiri dan orang-orang disekitarnya.

Namun yang sering menjadi pertanyaan adalah, bagaimana cara menjadi sosok pribadi yang baik itu?. Karena karakter ini tidak muncul melalui sifat pembawaan sejak lahir, namun harus selalu dipupuk dan dibina.

Untuk seorang pebisnis MLM, memiliki pribadi baik merupakan sebuah keharusan sekaligus kebutuhan. Pengembangan kepribadian seperti ini ini dapat diawali dengan cara belajar untuk mengenali diri sendiri, kemudian dilanjutkan dengan penggalian semua potensi yang dimiliki. Setelah itu diteruskan lagi terhadap lingkungan secara lebih luas, yaitu mencoba belajar untuk mengenal orang lain.

Arti Penting Pengembangan Pribadi untuk Pebisnis MLM

Bisnis MLM atau Multi Level Marketing memberukan sosok-sosok yang mempunyai tingkat kepribadian terbaik, memiliki semangat tinggi dan sifat menyenangkan. Atas dasar alasan ini, setiap perusahaan MLM yang baik pasti seering mengadakan acara khusus berupa pembinaan untuk para anggotanya.

Selain menjadi ajang untuk saling berbagi dan bercerita pengalaman, juga untuk membangun kepribadian semua anggota MLM tersebut. Tujuannya agar setiap anggota MLM ini mampu mempraktekan visi beserta misi perusahaan.

Salah satu tugas paling utama dari seorang pelaku bisnis MLM adalah menyampaikan segala hal yang ada kaitannya dengan perusahaan MLM dimana dia bergabung. Di samping itu juga bertugas menjual produk secara langsung serta mencari anggota baru. Semua jenis pekerjaan ini biasanya dilakukan melalui presentasi.

Tanpa memiliki kepribadian yang baik, pebisnis MLM tidak akan mampu menjalankan tugas presentasi secara baik pula. Untuk itulah diselenggarakan pelatihan-pelatihan pengembangan kepribadian oleh perusahaan, agar semua anggotanya dapat ikut membantu membangun citra baik perusahaan sekaligus membantu anggota tersebut makin sukses dalam berbisnis MLM.

Bertemu dengan Orang Baru

Mau tidak mau atau suka tidak suka, setiap pelaku bisnis MLM akan selalu bertemu dengan orang baru. Bahkan tidak sedikit orang baru tersebut belum dikenal sama sekali. Namun tidak jarang pula mereka merupakan sahabat lama tapi baru saja bisa berjumpa kembali. Sehingga, setiap pemilik usaha MLM tidak boleh bersikap malu-malu saat menemui mereka.

Untuk menghilangkan sifat malu saat bertemu orang lain ini, dibutuhkan yang namanya rasa percaya diri beserta keyakinan diri yang sangat tinggi. Tidak cukup sampai di sini saja, ketika memasarkan atau menawarkan produk MLM, juga butuh orang yang punya keahlian khusus, berupa komunikasi yang bagus.

Semua hal tersebut dapat dipelajari, sehingga tidak perlu ditakutkan. Melalui pembinaan dari perusahaan MLM tempat bernaung dan para upline, kemampuan setiap anggota MLM dalam menjalankan semua tugas-tugasnya bisa dijalankan dengan hasil sempurna.

Bisnis MLM adalah Pekerjaan yang Selalu Berada di Bawah Tekanan

Menjalankan bisnis MLM itu adalah sebuah pekerjaan sulit, sehingga tidak boleh dipandang secara remeh begitu saja. Meski kesan yang muncul sering terlihat tidak terarah, tetapi secara prinsip bisnis MLM mempunyai banyak aturan baku dalam konsep kerjanya.

Misalnya jika ingin memasang target-target tertentu, setiap anggotanya harus bisa melakukan banyak pekerjaan sekaligus. Sehingga bisa disimpulkan, bisnis Multi Level Marketing adalah bisnis yang tekanan kerjanya tergolong tinggi. Terutama saat bertugas untuk menjual produk dan membangun jaringan kerja atau network.

Saat bekerja di bawah tekanan setiap orang pasti memerlukan jiwa yang kuat dan sehat. Selain itu dengan segala macam kelebihan maupun kekurangannya, mereka pasti membutukan suatu dorongan dan dukungan dari orang lain. Sehingga orang-orang ini akan mampu bertahan dan tetap bisa maju di segala macam keadaan dan kondisi.

Sehubungan dengan hal inilah, keteguhan beserta kebesaran jiwa seorang pelaku bisnis MLM akan terus diuji. Jika pelaku bisnis MLM tersebut memiliki jiwa yang kuat, pasti akan sukses dan berhasil menghadapi semua tekanan dalam pekerjaannya. Namun sebaliknya bagi mereka yang tidak kuat, akan langsung menyerah begitu saja.

Bisnis MLM Selalu Mengutamakan Kerja Sama Secara Tim

Pengembangan atau pembangunan diri meliputi segala macam kegiatan yang selalu dilakukan dengan penuh kesadaran. Tujuannya adalah untuk meningkatkan bakat, kemampuan, potensi diri serta segala sumber daya yang dimiliki oleh manusia.

Di bisnis MLM, semua kegiatan tersebut harus secara rutin dan kontinyu diselenggarakan dan dilakukan. Biasanya perusahaan MLM akan mengadakan acara tersebut secara gratis dengan maksud memberi fasilitas semua anggotanya agar bisa saling membagikan pengalamannya.

Selain pihak perusahaan sendiri, acara seperti ini juga perlu dilakukan oleh para upline pada para member atau downline-nya. Sehingga, konsep kerja sama atau jejaringan di bisnis MLM tersebut bisa terus berlangsung tanpa ada jeda.

Dalam bisnis MLM pula setiap anggotanya, baik yang berposisi sebagai upline maupun yang menjadi downline harus bisa selalu saling bekerja sama secara tim. Suatu tim dapat terdiri dari beberapa orang saja misalnya tiga hingga lima orang atau lebih.

Setiap tim dipimpin oleh seorang upline yang secara otomatis akan menjadi pengarah untuk para downline-nya. Selanjutnya jaringan kerja ini dapat melahirkan tim kerja baru jika setiap anggota atau downline tersebut berhasil membentuk suatu jaringan kerja lagi.

Agar terbentuk tim kerja baru yang kompak, bukan merupakan suatu pekerjaan yang mudah dilakukan. Disinilah konsep dari pengembangan kepribadian akan menunjukan lain perannya. Jika seseorang yang sudah tergabung dalam bisnis MLM sudah punya kepribadian yang baik, niscaya akan menjadi lebih mudah membangun jaringan kerja baru yang kerjanya selalu solid dan kompak.

Pebisnis MLM Jadi Wakil Perusahaan

Semua anggota MLM baik yang berposisi sebagai upline maupun downline merupakan sosok yang mewakili perusahaan. Istilahnya mereka berperan sebagai profil perusahaan. Karena itu, citra atau pembawaan semua anggota MLM menjadi hal yang sangat penting.

Setiap pebisnis MLM harus mampu menghadirkan yang paling baik saat melaksanakan tugas presentasi dan penawaran produk. Sebab selain bertugas menjaga nama dan citra perusahaan, hal ini juga merupakan wujud penghargaan pelaku bisnis MLM tersebut kepada semua calon rekan kerja samanya.

Hubungan Sosialisasi dan Teknik Pemasaran

Meski banyak yang tidak menyadarinya, setiap anggota bisnis MLM itu sedang menjalankan pengembangan kepribadian secara diri sendiri atau mandiri. Bisnis MLM itu tidak hanya bisa memberi penghasilan tinggi kepada semua anggotanya saja. Secara tidak langsung, bisnis ini juga mengajak pesertanya untuk mengasah dan meningkatkan jiwa kepemimpinan.

Lebih dari itu, bisnis MLM sering meminta anggotanya untuk pandai bersosialisasi. Adapun alasannya, karena kegiatan sosialisasi merupakan unsur terpenting dari tugas utama pebisnis MLM, yaitu memasarkan produk dan mencari member baru.

Jadi ketika menyaksikan seseorang berhasil dalam menjalankan bisnis MLM, bisa dipastikan  apabila orang tersebut sudah lama aktif di bisnis tersebut bahkan telah menekuninya selama bertahun-tahun. Mereka mendapatkan kesuksesan ini bukan secara instan, melainkan melalui berbagai ujian yang justru membuat jiwanya semakin kuat dan teguh.

Sebagai ulasan terakhir, pengembangan serta pembangunan kepribadian untuk pelaku bisnis MLM itu merupakan sebuah keniscayaan. Orang yang terjun di bisnis Multi Level Marketing secara langsung akan mendapat pelajaran untuk menjadi sosok pekerja keras, visioner, sabar, komunikatif dan ulut dalam bekerja. Semua ini merupakan modal dasar bagi siapa saja yang ingin meraih kesuksesan dalam menjalankan usaha.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »