Cara Paling Tepat Merintis Bisnis MLM

Oleh On 5:50 AM

Selama ini banyak yang beranggapan jika Multi Level Marketing atau MLM itu merupakan sebuah peluang usaha yang sangat sulit dijalankan. Padahal yang sebenarnya terjadi, jika mau menjalankannya secara serius dan memahami semua prosesnya, niscaya semua kesulitan bisa diatasi dengan baik. Sehingga kesuksesan besar akan berada di hadapan mata.

Sebelum mengawali bisnis MLM, tentu saja yang harus dilakukan lebih dulu adalah mencari perusahaan MLM terbaik, kemudian mendaftarkan diri untuk menjadi member dan downline. Pilihlah perusahaan MLM yang benar-benar bertindak secara profesional bahkan tidak pernah menimbulkan kerugian pada orang lain khususnya pada anggotanya sendiri.

Satu hal lagi yang tak boleh disepelekan, pilih jenis perusahaan MLM yang produknya lebih mudah untuk dijual ke masyarakat. Untuk saat ini, produk MLM yang paling banyak diminati oleh masyarakat Indonesia adalah produk kecantikan dan kesehatan terutama yang dibuat dari bahan-bahan alami.

Saat pertamakali bergabung, biasanya setiap anggota dihaarusnya untuk membeli produk dari perusahaan MLM tersebut dan akan diberi starter kit atau katalog produk. Barulah setelah itu bisa menjalankan tips-tips sebagaimana yang dijelaskan di bawah ini.

Pola Pikir Atau Mindset

Apapun jenis dan bidang bisnis yang dijalankan, selalu memerlukan kerja keras dan dedikasi tinggi jika ingin mendapatkan kesuksesan. Sementara itu, banyak orang yang tertarik terjun di bisnis MLM karena tergiur oleh tawaran sistem kerja yang mudah sekaligus bisa memperoleh penghasilan tidak aktif atau passive income.

Pandangan seperti ini tidak ada benarnya sama sekali. Passive incomme hanya bisa diperoleh ketika seseorang sudah menjalani kerja keras untuk meraih titik khusus berupa kesuksesan di bidang finansial atau keuangan.

Demikian pula dengan bisnis MLM, terdapat level-level atau tingkatan-tingkatan yang harus dilalui lebih dulu. Jika pelaku MLM tersebut bisa konsisten dalam menjalankan tugasnya dan tidak mudah menyerah saat menghadapi persoalaan, tentu akan dapat mewujudkan mimpinya mendapata passive income dalam jumlah yang besar.

Perlu dipertegas lagi, jangan pernah berpikiran bahwa bisnis MLM itu adalah sebuah peluang usaha yang mudah dijalankan dan pelakunya bisa bersantai setiap waktu. Setelah itu laba atau penghasilan bisa masuk ke kantong dengan sendirinya. MLM tetap merupakan sebuah bisnis yang harus dijalankan dengan penuh ketekunan dan kerja keras.

Pemasaran Produk Dan Mencari Downline Baru

Sebagian besar pelaku bisnis MLM selalu menerapkan teknik-teknik konvensional dan yang paling sering dilakukan yaitu menjalankan sistem direct marketing atau direct selling. Sistem ini dijalankan dengan cara menemui para calon downline atau anggota baru. Orang-orang ini sering disebut sebagai list dan biasanya berasal dari kalangan keluarga sendiri atau teman dan sahabat terdekat.

Jika ingin meraih kesuksesan besar dalam berbisnis MLM, sebaiknya cara semacam ini hanya dijadikan sebagai pilihan alternatif saja. Terdapat sebuah teknik terbaik untuk menjual produk sekaligus mencari downline baru yaitu menggunakan teknologi internet. Sistem ini jauh lebih bagus dibanding metode konvensional dan memiliki jangkauan yang sangat luas.

Selalu Siap Mendapat Penolakan

Masih berhubungan dengan metode direct marketing atau direct selling, sebaiknya sistem ini tidak boleh ditinggalkan begitu saja meski sudah dapat menggunakan teknologi internet. Tapi perlu selalu diingat, pelaku MLM harus selalu siap jika mendapat penolakan. Penolakan dari mereka yang ditawari MLM justru bisa membuat mental pelakunya makin bertambah kuat.

Setiap perusahaan MLM yang baik pasti selalu rajin mengadakan berbagai macam pelatihan, termasuk teknik-teknik pemasaran atau marketing. Selain itu tidak jarang terdapat sebuah sesi khusus bertajuk ‘how to handle rejection’ atau ‘bagaimana cara menghadapi penolakan’. Dari pelatihan ini, pelaku MLM dapat belajar cara merespon kasus penolakan serta menerimanya sebagai sebuah proses meraih kesuksesan.

Membangunan Jaringan Kerja

Jaringan kerja atau team building merupakan salah satu hal yang memiliki peran penting pada bisnis MLM. Alasannya adalah, karena kunci keberhasilan dari bisnis ini memang terletak di jaringan kerja dan tim yang kompak dan selalu aktif menawarkan produk. Semakin besar dan kompak jaringan kerja yang berhasil dibangun, maka akan terbuka peluang yang lebih besar pula untuk meraih keuntungan tinggi.

Oleh karena itu, setiap orang yang tertarik dengan bisnis MLM harus rajin belakar dari para pakar atau ahli kepemimpinan dan leadership. Terutama yang berasal dari lingkungan MLM itu sendiri, sebab pembelajaran dari mereka merupakan hal yang sifatnya mutlak dilakukan.

Pelaku bisnis MLM yang cerdik pasti akan selalu berusaha menciptakan pemimpin-pemimpin baru. Misalnya ada seseorang pebisnis MLM yang berhasil membangun sebuah team building yang kompak dan memiliki anggota sebanyak 10 orang.

Ketika masing-masing dari 10 orang anggota ini berhasil menciptakan pemimpin baru dalam jumlah yang sama, maka dapat dipastikan jika komisi yang diterima oleh pelaku bisnis MLM tersebut akan naik berlipat-lipat dengan sendirinya. Inilah arti penting dari pendirian jaringan kerja atau team building.

Penggunaan Teknologi Internet

Di abad ini, zaman sudah berkembang cepat dan banyak sekali perubahan yang terjadi. Di sisi yang lain, hanya orang-orang yang mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut yang akan dapat menuai kesuksesan. Sedangkan mereka yang tidak mau beradaptasi atai menyesuaikan diri, akan tertinggal jauh oleh mereka yang bersedia melakukan adaptasi.

Dalam dunia bisnis termasuk bisnis MLM, apabila hanya mengandalkan teknik konvensional saja pasti juga akan tertinggal jauh oleh mereka yang menerapkan teknik-teknik modern serta kekinian. Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas, salah satu perubahan yang terjadi di era sekarang adalah pemunculan teknologi internet.

Terkait dengan hal ini, setiap pelaku MLM harus mau belajar agar mampu menerapkan cara-cara online untuk menjalankan bisnisnya tersebut. Entah kegiatan penjualan produk maupun mencari anggota baru atau downline, semuanya bisa diterapkan melalui teknologi modern ini. Jika hanya mengandalkan teknik konvensional saja, tentu hasilnya tidak akan maksimal.

Perlu diingat, seorang pebisnis MLM jika ingin sukses tidak hanya diharuskan memiliki sifat tidak gampang menyerah saja. Lebih dari itu, mereka juga perlu belajar secara terus menerus termasuk dalam urusan penggunaan dan pemanfaatan teknologi internet. Terlebih lagi bidang yang ada kaitannya dengan digital marketing dan internet marketing atau pemasaran online.

Faktor Kegagalan Dan Mental Baja

Sebagai cara terakhir untuk merintis bisnis MLM yaitu mempelajari faktor-faktor kegagalan. Banyak sekali orang yang saat pertamakali bergabung dengan MLM, selalu punya semangat tinggi untuk menjalankan tugas-tugasnya. Namun tidak lama kemudian setelah itu, biasanya mereka akan cepat menyerah karena tidak mendapat hasil sesuai keinginan sebelumnya.

Kegagalan seperti ini biasanya terjadi karena sebelumnya para pebisnis MLM tersebut punya keinginan dan harapan terlalu tinggi atas bisnis yang dijalaninya. Namun setelah menghadapi aneka masalah, mereka langsung menyerah dan tidak mau bangkit lagi.

Karena itu jika ingin berhasil, setiap pebisnis MLM harus mau belajar dari kasus ini. Karakter yang terlalu menggebu-gebu kemudian langsung loyo merupakan hal yang acapkali dijumpai di bisnis MLM.

Menyiapkan mental sekuat baja adalah hal yang sangat dibutuhkan ketika memutuskan terjun total ke dunia Multi Level Marketing atau MLM. Bisnis ini memang hanya pantas dilakukan oleh mereka yang benar-benar ingin berusaha demi mencari keberhasilan. MLM sangat tidak dianjurkan bagi mereka yang senang bersantai-santai saja apalagi malas diajak kerja keras.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »