Cara Jitu Memilih Perusahaan Bisnis MLM Terbaik

Oleh On 5:44 AM

Setiap waktu dunia bisnis selalu mengalami perkembangan secara pesat dan salah satu bukti yang bisa disaksikan secara nyata adalah kehadiran sistem MLM atau Multi Level Marketing. Di masa sekarang MLM dianggap sebagai sebuah sistem pemasaran yang sangat bagus serta dipandang mampu memunculkan peluang usaha baru bagi semua orang.

Secara umum MLM dapat diartikan sebagai sebuah teknik pemasaran yang dilakukan secara berantai atau berjenjang. Para pelakunya berperan sebagai sales atau tenaga marketing. Tetapi dalam kegiatannya tersebut, para pelaku MLM ini juga dapat dikatakan sudah memiliki bisnis sendiri.

Selain itu melalui sistem MLM, pelaku bisnis tersebut tidak hanya akan memperoleh komisi atas jumlah produk yang berhasil di jual. Karena jika berhasil merekrut anggota baru, mereka juga akan memperoleh komisi lagi berdasarkan prosentase dari nilai penjualan yang berhasil dilakukan oleh anggota baru atau downline tersebut. Sehingga makin banyak downline yang didapat, maka semakin berlipat pula penghasilan yang akan diperoleh.

Hanya saja pada sisi yang lain, sekarang juga banyak perusahaan MLM yang bertindak tidak jujur kepada para pelaku MLM itu sendiri bahkan melakukan penipuan. Dengan kedok MLM oknum-oknum tidak bertanggung jawab ini selalu menarik dana sebesar mungkin dari setiap anggota yang ingin bergabung, namun tidak pernah memenuhi hak-hak dari anggota tersebut.

Untuk itu, sebelum terjun ke bisnis MLM, harus tahu lebih dulu cara terbaik untuk memilih perusahaan bisnsi MLM agar tidak terkena tipu. Teknik pemilihan ini ada bermacam-macam dan diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Harus Terdaftar Dalam APLI

APLI adalah singkatan daari Asosiasi Penjual Langsung Indonesia. Lembaga ini merupakan suatu organisasi yang mewadahi semua perusahaan yang menerapkan sistem MLM di seluruh Indonesia. Latar belakang didirikannya organisasi dan asosiasi ini yaitu karena belum adanya hukum yang mengatur masalah sistem penjualan langsung di tanah air.

Kondisi ini memunculkan dorongan para pendiri perusahaan MLM untuk membuat peraturan sendiri yang ditetapkan sendiri pula oleh mereka. Perusahaan yang bergabung dalam asosiasi APLI harus benar-benar merupakan perusahaan yang menjalankan sistem MLM secara jujur dan adil pada semua peserta MLM tersebut.

2. Berbentuk Badan Hukum

Selain tergabung dalam APLI, perusahaan MLM juga harus berupa badan hukum dan punya kelengkapan SIUPL beserta NPWP. Adapun bentuk perusahaanya sendiri, biasanya berupa PT atau Perseroan Terbatas. Melalui kelengkapan inilah, perusahaan MLM tersebut bisa dan boleh beroperasi bersama para anggotanya sekaligus menjual produknya ke konsumen.

3. Produk Yang Beragam

Melalui produk yang lebih beragam dan banyak jenisnya yang ditawarkan kepada orang lain, maka pelaku MLM bisa mendapatkan peluang lebih besar untuk mencari downline baru. Dan yang lebih penting lain, pembeli dapat memilih produk sesuai dengan dana yang dimiliki.

Jadi sebelum bergabung dengan suatu MLM, harus dicermati dan dipastikan lebih dahulu jika perusahannya mempunyai jaminan mutu atas barang yang akan dijual ke konsumen. Hal ini sangat penting karena apabila kualitasnya di bawah standar, dapat ditukar dengan yang baru. Intinya, pilih perusahaan MLM yang tidak hanya memiliki satu jenis produk saja namun ada beberapa sekaligus.

4. Sistem Distribusi Barang 

Jika suatu perusahaan MLM mempunyai jaringan distribusi yang bagus, maka kemungkinan besar para anggotanya bisa meraih kesuksesan secara lebih cepat. Untuk itu pilih perusahaan MLM yang sudah terbukti nyata menghasilkan upline maupun downline sukses dalam jumlah yang banyak.

Perhatikan pula, apakah sistem yang diberlakukan dapat berlangsung secara efektif serta bisa dijalankan oleh semua kalangan baik, dari latar belakang pendidikan hingga jenis kelamin. Bahkan dapat dilakukan oleh mereka yang tidak mempunyai pengalaman sedikitpun dalam berbisnis.

Lebih dari itu, perusahaan MLM yang baik selalu dilengkapi dengan berbagam macam sarana bantuan seperti buku, katalog, kaset, teknik penjualan dan pelatihan-pelatihan. Jangan pernah sekalipun memilih perusahaan MLM yang hanya menjanjikan keuntungan besar namun tidak pernah disertai dengan kerja dan usaha.

5. Upline Harus Memberi Bantuan Downline

Bentuk kesuksesan dari perusahan MLM juga ditandai dengan suatu sistem yang sangat baik, dimana upline harus dapat memberi bantuan pada downline. Jika para upline tersebut hanya bersikap pasif saja dan tidak pernah mengasih dukungan, dapat dipastikan bahwa perusahaan MLM-nya juga tidak dapat bekerja secara profesional.

Perusahaan MLM yang profesional selalu mendorong para upline-nya untuk mendidik setiap anggota atau downline baru untuk berusaha secara bersama-sama mencari kesuksesan. Selain itu perusahan dan upline bersedia turun langsung ke lapangan untuk ikut membantu mencari dowline baru lagi.

6. Daya Tarik Dari Masyarakat

Sebuah perusahaan MLM yang bagus dan profesional selalu mempunyai bukti lain berbentuk penerimaan mereka dari masyarakat. Sebagian besar masyarakat khususnya pembeli maupun konsumen selalu berpandangan positif atas keberadaan MLM tersebut. Lebih dari itu, MLM tersebut minimal berskala nasional dan mempunyai visi serta misi perusahan yang bagus dan mampu memberi kesejahteraan bagi semua pengikutnya.

7. Sistem Pembagian Komisi

Jika dilihat secara sekilas saja, memang tidak banyak perusahaan MLM yang dapat memberi profit besar bagi para pebisnis yang baru saja bergabung. Sebaliknya para pebisnis yang telah sudah bergabung lebih dulu selalu mendapat keuntungan tinggi. Apalagi hal ini benar-benar terjadi, sebaiknya tidak usah memilih perusahaan MLM tersebut.

Setiap perusahaan MLM harus mampu memberi penghasilan secara adil kepada setiap upline dan downline mereka. Sistem pembagian komisi atau laba tidak hanya didasarkan atas tingkat atau level dalam jaringan saja, namun juga kerja keras dari masing-masing anggota.

Misalnya meski masih berada di level rendah, namun apabila downline tersebut bisa menjual produk dalam jumlah yang banyak harus tetap memperoleh komisi tinggi. Jadi bukan hanya upline teratas saja yang merasakan hasil keras dari usaha downline-nya.

8. Harga Produk

Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum bergabung dalam jaringan MLM adalah harga jual produk yang ditawarkan oleh pihak perusahaan. Perhatikan secara seksama dan teliti, apakah harga produk tersebut sudah sesuai dengan mutu atau kualitasnya. Jika jauh lebih tinggi dari harga pasar, kemungkinan besar perusahaan MLM ini berniat melakukan penipuan saja.

Perusahaan MLM terbaik selalu mengasih harga sesuai dengan mutu produknya. Perusahaan MLM seperti ini selalu mencari profit dengan cara yang sangat wajar, sesuai dengan jumlah produk yang berhasil dijual oleh para anggotanya. Apabila mutu produknya memang bagus, pasti masyarakat dan konsumen akan tertarik untuk membelinya.

9. Sistem Dukungan Yang Baik

Tips terakhir yang tidak boleh dilupakan ketika ingin bergabung dalam bisnis MLM terbaik yaitu mencermati sistem dukungan atau support system. Semua yang ikut terlibat pada MLM tentu punya keinginan untuk mendapatkan dukungan bisnia yang bagus dan dapat dijalankan secara optimal.
Misalnya ketika ada anggota yang kurang paham, maka akan ada upline atau pihak lain dari perusahaan MLM yang selalu siap memberikan bantuan. Demikian pula ketika ada downline yang punya masalah terkait dengan penjualan produk, selalu tercipta sistem yang bagus untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh downline.

Itulah beberapa cara jitu untuk memilih perusahaan MLM yang terbaik dan paling terpercaya. Bagi yang ingin serius terjun dan menekuni bisnis ini, sebaiknya semua tips atau cara tersebut diterapkan agar terhindar dari kerugian.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »